Laporan: Silahuddin Genda dari Makkah
Makkah,Upeks.co.id– Tenaga ahli Menteri Agama bidang haji, umrah, dan hubungan internasional, Dr Bunyamin Yafid memastikan pelayanan bidang kesehatan haji bisa memberikan yang terbaik untuk jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibaBunyamin yakin pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan mampu menangani kondisi jemaah yang mengalami gangguan baik fisik maupun mental selama berada di Saudi.
“Tenaga kesehatan ini memainkan peran vital sebagai garda terdepan dalam menangani kondisi darurat maupun keluhan kesehatan,” ujar Bunyamin saat melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan dan kesigapan tenaga kesehatan di sejumlah sektor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Selasa (20/5/2025).
Pemantauan ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama RI dalam memastikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jamaah haji Indonesia, menjelang Armuzna (Arafah, Musdalifah dan Mina).
“Kami berharap layanan ini bisa mengurangi kecemasan jamaah terhadap kondisi kesehatan mereka,” ujarnya.
Menurut dia, semua unsur PPIH telah bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. “Semoga ini berdampak positif bagi psikologis jamaah serta memberikan ketenangan bagi keluarga mereka di tanah air,” tambahnya.
Dia juga mengatakan, kehadiran klinik kesehatan di setiap sektor sangat membantu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.
Menurutnya, layanan kesehatan tidak hanya tersedia dalam bentuk klinik statis di setiap sektor, tetapi juga disiapkan secara mobile. Tenaga medis dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus melakukan koordinasi antarpetugas untuk merespons cepat setiap kebutuhan medis jamaah, termasuk yang berada di hotel-hotel.
Kehadiran Bunyamin di tengah petugas kesehatan juga menjadi motivasi M bagi para tenaga medis yang selama ini bekerja keras di lapangan, menghadapi berbagai tantangan cuaca ekstrem dan kondisi fisik jemaah yang beragam.
Pemantauan oleh pejabat Kementerian Agama RI seperti ini rutin dilakukan demi memastikan bahwa seluruh layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga kesehatan, dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.
“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kepada jamaah bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang rasa aman, nyaman, dan keberpihakan pada kebutuhan riil di lapangan,” pungkas Bunyamin.
Dengan semakin dekatnya fase-fase krusial dalam rangkaian ibadah haji, keberadaan tenaga kesehatan yang siaga dan responsif diharapkan menjadi jaminan bagi jemaah untuk dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang. (Sg)

