Mode Siaga Sukses: PLN Berhasil Jaga Keandalan Sistem Kelistrikan Sulawesi Selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 H

Mode Siaga Sukses: PLN Berhasil Jaga Keandalan Sistem Kelistrikan Sulawesi Selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 H

Makassar, Upeks.co.id – PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi menuntaskan masa Siaga Ramadan dan Idul Fitri 1446 H dengan capaian kinerja optimal dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Sulawesi. Masa siaga yang berlangsung sejak 17 Maret hingga 11 April 2025 ini berhasil dilewati tanpa adanya gangguan besar, dengan sistem kelistrikan tetap beroperasi dalam kondisi aman dan andal.

 

Bacaan Lainnya

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Nurdin Pabi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran PLN, didukung koordinasi lintas unit serta strategi teknis yang tepat. “Seluruh sistem kelistrikan di wilayah Sulbagsel, Sulutgo, dan Baubau mampu beroperasi dalam kondisi normal selama masa siaga. Ini adalah hasil dari sinergi antara kesiapan personil, keandalan infrastruktur, serta strategi operasional yang kami jalankan dengan disiplin,” ungkap Nurdin.

 

Selama masa siaga, PLN berhasil menjaga beban puncak dan cadangan daya dalam kondisi stabil di seluruh sistem kelistrikan Sulawesi. Di Sistem Sulbagsel, beban puncak tertinggi tercatat pada 1 April 2025 sebesar 2.135 MW dengan cadangan daya sebesar 657 MW. Sementara itu, Sistem Sulutgo mencapai beban puncak sebesar 460 MW pada 28 Maret 2025, dengan cadangan daya sebesar 100 MW. Di Sistem Baubau, beban puncak tertinggi terjadi pada 29 Maret 2025 sebesar 55 MW dengan cadangan daya 9 MW. Seluruh sistem ini tercatat beroperasi dalam status NORMAL, kecuali Sistem Baubau yang sempat berada dalam status Siaga, namun tetap mampu menjaga kontinuitas layanan tanpa gangguan. Keberhasilan ini menunjukkan keandalan dan kesiapan infrastruktur serta koordinasi tim PLN di seluruh wilayah operasional selama masa Ramadan dan Idul Fitri 1446 H.

 

Jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, beban puncak selama masa siaga Ramadan dan Idul Fitri 1446 H menunjukkan tren yang relatif stabil. Di Sistem Sulbagsel, beban puncak tertinggi tahun 2025 tercatat sebesar 2.135 MW, sedikit menurun dari tahun 2024 yang mencapai 2.170 MW. Sementara itu, Sistem Sulutgo mencatat beban puncak sebesar 460 MW, turun dari 486,88 MW di tahun sebelumnya. Adapun Sistem Baubau mencatatkan kenaikan tipis dari 54,94 MW di tahun 2024 menjadi 55 MW di tahun ini. Meski terdapat variasi, seluruh sistem tetap beroperasi dalam status NORMAL, menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan daya dan kesiapan infrastruktur PLN dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

 

Keandalan sistem ini tidak terlepas dari penerapan strategi operasi yang komprehensif. PLN mengoptimalkan transfer daya antar subsistem, mengatur beban pembangkit sesuai Technical Minimum Load (TML), serta mengaktifkan Automatic Generation Control (AGC) dan Free Governor Mode guna menjaga kestabilan frekuensi. Penguatan cadangan daya berputar dan kesiapan fasilitas black start juga menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan sistem.

 

Untuk mendukung pengawasan, PLN juga mengoperasikan dispatcher training simulator serta melakukan pengaturan tegangan secara aktif. Di sisi sumber daya manusia dan logistik, sebanyak 1.743 personil disiagakan di 27 posko, yang tersebar di seluruh area operasional. Mereka didukung oleh 61 unit peralatan, 199 kendaraan operasional, serta fasilitas teknis lainnya seperti 7 set tower ERS, 3 unit trafo mobile, mobil DC, oil purifier, genset, dan alat uji proteksi.

 

Selain itu, monitoring terhadap kondisi pembangkit dan ketersediaan energi primer dilakukan secara intensif. PLN memantau sejumlah PLTU yang berada dalam kategori siaga dan kritis terkait ketersediaan bahan bakar, sementara seluruh PLTA tetap beroperasi maksimal. Elevasi Danau Poso yang berada pada titik tertinggi turut memberikan kontribusi positif terhadap suplai listrik berbasis energi air.

 

Di sisi penyaluran dan transmisi, PLN juga melakukan berbagai langkah preventif untuk memastikan keandalan jaringan. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain penggantian isolator korosi, perbaikan hotspot pada jaringan dan busbar, inspeksi tower-tower kritis, serta pemasangan dan penguatan OPGW di beberapa lokasi strategis.

 

“Tim kami siap siaga 24 jam penuh di seluruh lini. Kami pastikan koordinasi berjalan lancar, dan seluruh aspek sistem kelistrikan dari pembangkitan, penyaluran, hingga pengatur berfungsi optimal selama momen penting Ramadan dan Idul Fitri,” tutup Nurdin. (*)

Pos terkait