BPS Sulawesi Selatan Perkuat Pojok Statistik, Perluas Literasi hingga Kampus Non-Statistik

BPS Sulawesi Selatan Perkuat Pojok Statistik, Perluas Literasi hingga Kampus Non-Statistik

Makassar, Upeks.co.id — Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan kembali memperkuat literasi statistikdi lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan Pembinaan Agen Pojok Statistik yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama bersama perguruan tinggi.

Berlangsung di Aula Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis 30 April 2026,

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Pojok Statistik kepada para agen statistik sebagai bentuk layanan kolaborasi antara BPS dan perguruan tinggi. Pojok Statistik menyediakan akses data resmi, layanan konsultasi statistik, serta peningkatan literasi data bagi civitas akademika, baik dalam bentuk ruang layanan di kampus maupun platform digital.

Peserta kegiatan terdiri dari agen statistik yang berasal dari Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Negeri Makassar. Mereka diharapkan dapat berperan sebagai “jembatan” antara data resmi BPS dengan kebutuhan pengguna data di lingkungan kampus, seperti mahasiswa, dosen, dan peneliti.

Dalam kegiatan tersebut, Makdum Syarif menyampaikan materi “Scaling Up Pojok Statistik:Strategi Digital dan Media Sosial yang Berdampak”, sementara Wisnu Adhi Nugroho membawakan materi “Mengenal Produk dan Layanan BPS” guna memperkuat pemahaman peserta terhadap pemanfaatan data resmi.

Pranata Komputer Ahli Madya BPS, Muktamar Amal, menyampaikan bahwa Pojok Statistik diharapkan menjadi representasi layanan BPS di lingkungan kampus.

“Pojok Statistik diharapkan dapat menjadi bentuk Pelayanan Statistik Terpadu yang biasanya hanya ada di setiap kantor BPS dalam bentuk mini, yang dikelola oleh mahasiswa di setiap perguruan tinggi,” ujarnya.

Hal menarik juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar, Supriadi Torro, yang menegaskan bahwa statistik merupakan kebutuhan lintas disiplin ilmu.

“Meskipun mahasiswa bidang sosial, tetap harus memahami statistik. Pojok Statistik menjadi salah satu jalan untuk itu,” jelasnya.

Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah kehadiran Pojok Statistik di Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, yang bukan merupakan institusi berbasis statistik. Hal ini menunjukkan bahwa statistik tidak terbatas pada aktivitas hitung-hitungan semata, melainkan telah menjadi dasar dalam berbagai pengambilan keputusan di hampir seluruh lini kehidupan, termasuk di bidang bisnis dan keuangan.

Melalui inisiatif ini, BPS menegaskan bahwa literasi statistik merupakan kebutuhan universal yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa, tanpa memandang latar belakang keilmuan.

Kehadiran Pojok Statistik di kampus non-statistik menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman bahwa data dan statistik adalah fondasi penting dalam analisis, perencanaan, dan pengambilan keputusan yang tepat.

Kegiatan ini juga menghasilkan komitmen kuat dari para agen statistik untuk menjalankan peran strategis tersebut. Selain itu, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPS Provinsi Sulawesi Selatan dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar sebagai upaya keberlanjutan pengembangan Pojok Statistik.

Adapun untuk Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, kerja sama yang telah terjalin masih berada dalam periode perjanjian kerja sama sebelumnya, sehingga belum dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama yang baru. Sementara itu, kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar telah berakhir pada bulan ini dan diperbarui melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, BPS Provinsi Sulawesi Selatan berharap Pojok Statistik dapat semakin optimal dalam mendukung peningkatan literasi statistik serta pemanfaatan data resmi dalam kegiatan akademik dan penelitian di berbagai bidang. (rls)