Gowa, Upeks–Kiprah MAN Insan Cendekia (IC) Gowa kembali menorehkan jejak prestasi di panggung pendidikan nasional. Dalam rilis resmi hasil evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, MAN IC Gowa tampil sebagai salah satu satuan pendidikan dengan capaian akademik paling kompetitif di Indonesia.
TKA yang diikuti oleh 3.526.624 peserta didik dari 53.269 sekolah SMA/MA/sederajat di seluruh Indonesia tersebut merupakan instrumen evaluatif nasional yang dirancang untuk mengukur capaian kompetensi akademik esensial peserta didik secara terstandar. Fokus pengukuran meliputi literasi, numerasi, serta penguasaan mata pelajaran inti, dengan penekanan pada daya nalar, ketajaman analitik, dan kedalaman pemahaman konseptual.
Berdasarkan pemeringkatan nasional yang disusun dari akumulasi nilai tiga mata pelajaran wajib, MAN Insan Cendekia Gowa berhasil menempati peringkat ke-4 nasional untuk kategori madrasah, peringkat ke-30 nasional untuk seluruh sekolah di Indonesia, sekaligus menjadi yang terbaik di Sulawesi Selatan dan Kawasan Indonesia Timur, dengan nilai rerata 60,77.
Capaian tersebut kian memperkaya etalase prestasi MAN Insan Cendekia Gowa di tingkat regional dan nasional. Sebelumnya, pada tahun 2022, MAN IC Gowa berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) terbaik di antara seluruh SMA/MA se-Sulawesi Selatan.
Prestasi ini menegaskan bahwa MAN IC Gowa bukan sekadar partisipan dalam arus besar evaluasi nasional, melainkan salah satu aktor utama yang mampu bersaing secara substantif di tengah lanskap pendidikan Indonesia yang semakin kompetitif. Lebih dari itu, prestasi ini diraih oleh madrasah yang secara usia tergolong relatif muda, berdiri pada tahun 2018, dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih terus berproses menuju kelengkapan ideal.
Dalam lanskap tersebut, raihan MAN IC Gowa ibarat gulungan ombak prestasi yang menguat di tengah arus efisiensi dan keterbatasan sumber daya. Ia menjadi penanda bahwa mutu pembelajaran tidak semata ditentukan oleh kelengkapan fisik, melainkan oleh konsistensi ikhtiar akademik, kepemimpinan yang presisi, serta budaya belajar yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.
Tes Kemampuan Akademik sendiri merupakan asesmen resmi negara yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk sekolah umum, serta Kementerian Agama Republik Indonesia untuk madrasah, dengan dukungan lembaga teknis terkait sesuai kebijakan nasional.
Secara konseptual, TKA berfungsi sebagai benchmarking tool mutu pembelajaran satuan pendidikan, sekaligus menyediakan data objektif dan terstandar sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan berbasis bukti (evidence-based decision).
Kepala MAN Insan Cendekia Gowa, Burhanuddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas capaian prestisius tersebut. Di tengah kesibukannya menjalani proses promosi doktoral, ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah kerja kolektif dan konsistensi visi kelembagaan.
“Prestasi ini bukan sekadar angka dalam tabel pemeringkatan, melainkan cermin dari kesungguhan ikhtiar seluruh sivitas akademika MAN IC Gowa. Di tengah keterbatasan sarana dan dinamika efisiensi, kami memilih untuk tidak menurunkan standar mutu, justru memperkuat disiplin akademik, literasi berpikir, dan integritas pembelajaran. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Capaian ini menjadi amanah sekaligus pemantik untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, MAN Insan Cendekia Gowa terus memposisikan diri sebagai madrasah berasrama yang tidak hanya unggul secara spiritual dan karakter, tetapi juga kokoh dalam fondasi akademik dan daya saing nasional. Prestasi TKA ini mempertegas arah tersebut, bahwa madrasah mampu berdiri sejajar, bahkan melampaui, dalam arena evaluasi pendidikan nasional yang objektif dan terstandar.
Dengan capaian ini, MAN IC Gowa semakin mengukuhkan perannya sebagai episentrum mutu pendidikan madrasah di Kawasan Indonesia Timur, sekaligus menjadi rujukan praktik baik (best practices) dalam pengelolaan pembelajaran berbasis literasi, numerasi, dan nalar kritis. Sebuah capaian yang bukan akhir perjalanan, melainkan titik tolak menuju horizon prestasi yang lebih luas dan berkelanjutan.(rls)


