ENREKANG, UPEKS.co.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Road Show di 12 Puskemas yang ada di Kabupaten Enrekang melakukan pemeriksaan X-ray atau foto Rontgen untuk deteksi penyakit Tuberkulosis (TB). Kegiatan ini berlangsung mulai Senin hingga Sabtu (29 September – 4 Oktober 2025).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Sabir,S.Kep.Ns,M.Adm.Kes mengatakan Pemerintah Kabupaten Enrekang melakukan foto Rontgen untuk penyakit TB karena ini adalah program Nasional Eliminasi TB tahun 2030.
” Meski tahun 2030, tapi kita harus bergerak dari sekarang untuk mencapai target itu. Karena faktanya dari 100 ribu penduduk masih di temukan sekitar 65 kasus. Penyakit TB masih menjadi persoalan karena Indonesia menduduki peringkat kedua TB setelah India”. Kata Plt. Kadis Kesehatan Enrekang.
Untuk menurunkan angka penyakit Tuberculosis (TB) di Kabupaten Enrekang berbagai upaya telah dilakukan antara lain melakukan screening terhadap Petugas Kesehatan apakah ada Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terpapar TB. Melakukan tes cepat molekuler (TCM) untuk diagnosis tuberkulosis kepada lebih dari 3000 orang tahun 2025. Melakukan foto Rontgen toraks kepada masyarakat yang ada riwayat kontak dengan penderita TB, terutama yang punya penyakit resiko tinggi.
Sabir mengatakan di hari ke empat pemeriksaan X-ray sudah di temukan 200 orang positif TB.
” Namanya upaya screening sudah 200 yang kita temukan dan ini akan di obati sampai sembuh dan gratis. Ini adalah upaya kita bagaimana memutus mata rantai penyakit ini sehingga tidak menular ke orang lain”. Ujarnya.
Mantan Kepala Puskesmas Sudu ini mengatakan, jika dibiarkan dan tak diobati penyakit TB sangat berbahaya karena menyerang paru-paru.
” Otomatis orang yang terkena TB produktivitasnya akan menurunkan. Faktanya bahwa kematian kasus TB di Indonesia masih. Jadi masyarakat harus menyadari bahwa penting untuk memeriksakan diri apalagi bagi yang kontak langsung dengan penderita TB”. Kata Kadis Kesehatan, H. Sabir.
Penularan penyakit TB ini salah satunya bisa terjadi karena Terpapar atau penularannya melalui udara. Dinas Kesehatan juga mengedukasi masyarakat bahwa Percikan dahak penderita penyakit TB ketika batuk sangat cepat penularannya.
“Persoalan TB bukan saja persoalan kesehatan tapi juga persoalan sosial. Kadang orang yang menderita TB malu untuk mengatakan sehingga sulit untuk berobat. Untuk itu penderita TB sangat membutuhkan dukungan semua pihak, baik keluarga, masyarakat begitupun dari Dinas terkait. Ini memudahkan penderita untuk semangat mengikuti pengobatan. Hal lain yang perlu masyarakat ketahui bahwa TB itu penyebabnya bakteri, bukan aib atau kutukan. Jalan yang kita lakukan adalah deteksi dengan pengobatan secara rutin sesuai standar dan ini butuh kesabaran”. Kata Kadiskes.
Plt. Kadis kesehatan sangat optimis dengan berbagai upaya akan mencapai 30 persen dari sasaran penurunan kasus penyakit TB di Kabupaten Enrekang. Saat ini Enrekang sudah mencapai 20 persen dari target minimal 30 persen.
Sapri, Kabid P2P (Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang kasus TB di Kabupaten Enrekang seperti fenomena gunung es, sedikit kelihatan tapi ternyata banyak.(rls)

