MAKASSAR, UPEKS.co.id— Syekh Abdullah Jaber, adik kandung almarhum Syekh Ali Jaber Rahimahullah, mengisi tausiyah subuh di Masjid Ulil Amri, Perumahan Gubernuran Bukit Graha Praja Indah Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sabtu (25/10/2025).
Dalam ceramahnya, Syekh Abdullah Jaber mengajak jamaah, untuk mendekatkan diri kepada Al-Quran sebagai sumber petunjuk dan cahaya kehidupan.
Syekh Abdullah membuka ceramahnya dengan menafsirkan dua ayat terakhir Surah Asy-Syura, yang menjelaskan bahwa wahyu merupakan ruh dan cahaya yang menuntun manusia kepada jalan yang lurus. Menurutnya, siapa pun yang membaca dan memahami Al-Quran akan mendapat cahaya hidayah dari Allah SWT.
“Allah menurunkan Al-Quran sebagai cahaya bagi hamba-hamba-Nya. Siapa yang mendekatkan diri dengan Al-Quran, maka Allah akan menerangi hatinya dan menuntunnya menuju kebenaran,” ujar Syekh Abdullah.
Dalam ceramahnya, Syekh Abdullah Jaber menjelaskan bahwa hidayah Allah terbagi menjadi empat jenis. Pertama, hidayah dunia, yaitu petunjuk bagi seluruh makhluk untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kedua, hidayah ilmu, yakni kemampuan membedakan antara yang benar dan salah. Ketiga, hidayah taufik, kemampuan untuk mengamalkan ilmu yang didapatkannya. Dan keempat, hidayah akhirat, yakni petunjuk yang mengantarkan seseorang ke surga di hari kiamat. “Taufik adalah hidayah tertinggi, karena tidak semua orang mampu mengamalkan,” jelasnya.
Syekh Abdullah Jaber menambahkan, tugas manusia hanya menyampaikan ilmu dan kebenaran, bukan memberikan hidayah. “Kita hanya bisa menyampaikan ajaran, tapi yang membuka hati dan memberi kekuatan untuk berbuat baik hanyalah Allah,” katanya.
Di tengah ceramah, Syekh Abdullah Jaber sempat mengajukan pertanyaan yang membuat jamaah terdiam: “Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini, kecuali satu. Apakah kalian tahu apa itu?” Setelah beberapa jawaban muncul, beliau menjelaskan bahwa satu hal yang tidak diciptakan Allah adalah Al-Quran.
“Al-Quran bukan ciptaan Allah, tetapi firman Allah. Malaikat Jibril mendengarnya langsung dari Allah, Nabi Muhammad SAW menerima dari Jibril, dan para sahabat menerimanya dari Nabi. Itulah mata rantai kemuliaan yang akan terus terjaga hingga akhir zaman,” urainya.
Syekh Abdullah menutup tausiyah dengan pesan, agar umat Islam selalu berinteraksi dengan Al-Quran setiap hari. “Siapa yang dekat dengan Al-Qur’an, maka ia dekat dengan Allah. Jangan biarkan satu hari berlalu tanpa membaca, mendengar, atau mengamalkan Al-Quran,” pungkasnya. (eky)

