Takalar, Upeks.co.id — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok pembudidaya ikan di Desa Bontokaddopepe Kabupaten Takalar, juga dalam mendukung ketahanan pangan, sebagai rangakaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan berlangsung 4 Agustus 2025, di kantor Desa Bonto Kaddopepe, dibuka Kepala Desa dan dihadiri sejumlah anggota tim PKM, dilanjutkan sambutan ketua tim, dengan harapan agar program berlanjut dan berdampak bagi masyarakat.
Didanai Kementerian Pendidikan menyasar program Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan Melalui Inovasi Pembuatan Pakan Mandiri Berbasis Makroorganisme Ekosistem Basah. Tim beranggotakan dosen dari Universitas Indonesia Timur (UIT), dan Universitas Bosowa (UNIBOS) Makassar.
Tim dipimpin, Dr. Dra. Nani Harlinda Nurdin, M.Si. dengan anggota Dr. Miah Said (UNIBOS), Faizah Mahi, dan Zulkarnain Hamson (UIT), bersama mahasiswa.
“Kami telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan melalui inovasi pembuatan pakan ikan mandiri berbasis Makroorganisme ekosistem basah seperti Àzolla Pinata,” ujar Dr. Nani. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis pembuatan pakan, tetapi juga sosialisasi efisiensi produk dan SOP kerja.
Pelatihan strategi pemasaran dan pembuatan media promosi hasil produksi pakan ikan, menampilkan pakar Ekonomi Dr. Miah Said, dan strategi promosi serta penggunaan media oleh Zulkarnain Hamson.
Menurut Dr. Miah, melalui kegiatan ini, kami berharap kelompok pembudidaya ikan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam membuat pakan ikan yang berkualitas dan efisien, serta dapat memasarkan produk mereka dengan lebih efektif.
“Dengan demikian, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan di Desa Bontokaddopepe khususnya Mitra kami Bokape Fish Farm,” lanjut Dr. Miah.
Pendanaan DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Tahun 2025, menurut Dr. Nani, bertujuan mendukung program Presiden Prabowo, dalam pengentasan kemiskinan atau pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berdampak bagi masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan berlangsung selama 1 hari penuh, dihadiri sejumlah pegiat bisnis ikan dan tokoh masyarakat. (rls)

