Makassar, Upeks–Menteri Agama RI, Prof KH Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan ke Keuskupan Katedral Makassar, Kamis (24/7/25), dan bertemu langsung dengan Uskup Agung Makassar, Fransiskus Nipa. Kunjungan ini menjadi simbol penguatan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Dalam kunjungannya, Menag Nasaruddin juga menyempatkan diri melihat lokasi bekas ledakan bom di Katedral Makassar yang terjadi pada 2021 silam. Ia menyebut bahwa kunjungannya adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai Menteri Agama semua agama.
“Saya ini bukan Menteri Agama Islam saja, tapi Menteri semua agama. Jadi saya merasa berkewajiban semuanya,” ujar Nasaruddin.
Ia menekankan pentingnya mempererat hubungan antarumat beragama. Menurutnya, semakin akrab umat dengan ajaran agamanya masing-masing, maka kehidupan akan semakin damai.
“Lebih baik orang kembali meramaikan rumah ibadah dibandingkan tempat maksiat. Mari, semua pemuka agama, ajak umatnya untuk kembali mendekat kepada ajaran agamanya,” imbau Menag.
Menteri Nasaruddin juga menyinggung tantangan besar Kementerian Agama saat ini: mendekatkan kembali umat dengan nilai-nilai agamanya. Ia mengingatkan, jarak antara pemeluk dan agamanya bisa memicu berbagai persoalan sosial.
“Kalau umat semakin jauh dari agamanya, makin banyak problem sosial yang muncul. Jadi, mari kita sebarkan kedamaian dan kerukunan. Jauh lebih nikmat hidup damai daripada hidup dalam konflik,” tegasnya.
Menanggapi dinamika hubungan antarumat beragama, Nasaruddin mengakui masih ada gesekan kecil yang terjadi di masyarakat. Namun ia optimistis semua itu bisa diselesaikan secara baik dan bijak.
“Memang masih ada kasus-kasus kecil, tapi semua bisa kita selesaikan secara kasuistik. Yang penting, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pemuka agama untuk berdakwah dengan pendekatan yang mencerahkan dan merangkul, bukan yang menjauhkan umat.
Sementara itu, Uskup Agung Makassar Fransiskus Nipa menyambut hangat kunjungan Menteri Agama. Ia menyebut kedatangan Nasaruddin Umar sebagai bentuk persaudaraan lintas iman.
Menurutnya, setiap tamu yang datang ke Katedral, kami sambut seperti datang ke rumah sendiri. Itulah wujud dari ajaran kasih yang menjadi dasar semua agama.(*)

