Makassar, Upeks–Sebagai bentuk persiapan menuju ajang bergengsi Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2025 di Jakarta, Astra Motor Sulsel menggembleng para instruktur dalam Training Camp Safety Riding yang diselenggarakan oleh Astra Motor pusat, bertempat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.
Bagi Astra, kegiatan ini sebagai bentuk komitmennya meningkatkan kompetensi para instruktur safety ridingnya.
Ajqng bergengsi Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2025 diikuti oleh para instruktur terbaik dari seluruh jaringan Main Dealer Astra Motor di Indonesia.
Dalam kompetisi tahun ini, Asmo Sulsel mengirimkan tiga perwakilan, yakni Habib Permadi yang mengikuti kategori Instructor Big Bike, Wanny dengan kategori Instructor Sport, dan juga Indra Rahmat dengan kategori Advisor Sport. Masing-masing instruktur safety riding terbaik Asmo Sulsel tersebut juga menggunakan motor yang berbeda-beda, yaitu Honda CB150R untuk kategori Sport, dan Honda CB650R E-Clutch untuk kategori Big Bike.
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta diasah kembali keterampilan teknik berkendara tingkat lanjut, kemampuan edukasi di depan publik, serta pemahaman mendalam tentang standar keselamatan berkendara terkini.
Materi yang diberikan meliputi teknik pengereman, keseimbangan, manuver darurat, slalom course/pylon, hingga cara mengedukasi masyarakat dengan pendekatan yang komunikatif dan efektif.
Melalui partisipasi aktif dalam ajang-ajang pelatihan dan kompetisi, Asmo Sulsel berharap dapat terus menghadirkan edukator-edukator keselamatan berkendara yang andal, inspiratif, dan mampu menjadi panutan bagi seluruh masyarakat, khususnya pengendara.
Safety Riding Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan training camp ini menjadi bentuk semangat Asmo Sulsel dalam menggencarkan kampanya #Cari_Aman melalui teknik keselamatan berkendara.
“Training camp ini memang bertujuan untuk mempersiapkan kami sebagai instruktur dalam mengikuti kompetisi nantinya. Namun, kami juga mendapatkan kesempatan baik untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai instruktur, agar nantinya ilmu-ilmu keselamatan berkendara yang kami berikan pada masyarakat akan semakin berguna,” ungkap Habib.(*)

