MAKASSAR, UPEKS.co.id — Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Makassar (UNM) memperingati Milad ke-14 dengan menggelar seminar internasional bertema “From Ledger to Legacy: Accounting’s Strategic Shift in the Age of Sustainability and AI” di Gedung Phinisi UNM, Kamis (26/6/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum reflektif sekaligus proyeksi masa depan akuntansi di tengah arus perubahan global. Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci yang hadir secara daring, membahas peran strategis akuntansi di tengah kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan tuntutan keberlanjutan global.
Di antaranya, Dr. Siti Fatimah Binti Mohd Kassim selaku Senior Lecture Management and Science University, Malaysia; Faizal Abdullah, PhD selaku Senior Lecturer The University of Adelaide Collage, Australia; Dr. Azwar Anwar, M.Si, Ak., CA selaku Senior Lecturer Universitas Negeri Makassar, Indonesia; dan Medina Rahma Putri, B.A., M.Sc selaku Director Energi Bumikarya Terdepan, Sdn Bhd, Brunei Darussalam.
Ketua Prodi Akuntansi UNM, Dr. Azwar Anwar, mengajak seluruh elemen untuk menjadikan milad sebagai refleksi perjalanan panjang dan pijakan untuk terus berkembang.
“Filosofi milad adalah refleksi atas waktu yang telah dilewati. Di usia 14 tahun, tentu masih banyak yang harus dibenahi. Tapi refleksi ini adalah bekal untuk masa depan yang lebih baik. Saya yakin kita mampu,” ujar Azwar.
Ia juga membeberkan capaian Prodi Akuntansi yang telah melahirkan 845 alumni. “Kami menargetkan menjadi prodi unggul dan favorit, tentu harus diimbangi dengan kualitas. Semoga prodi ini bisa mengantarkan mahasiswa mengharumkan nama UNM di tingkat internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UNM Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan mendorong semua pihak untuk tetap optimis menghadapi tantangan ke depan.
“Jangan terpengaruh dengan warna lain, tetap berjalan seperti biasa. Kalau ada kekurangan, mohon maaf, tapi yang pasti kita berupaya memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan filosofis kepada peserta dan civitas akademika untuk berani berpikir dan menetapkan tujuan tinggi, selama berpikir dan bermimpi masih gratis.
“Kalau Anda mau naik ke awan, katakan ingin naik ke langit. Kalau tidak sampai langit, paling tidak akan melewati awan. Kita harus berpikir besar, karena berpikir itu gratis,” ujarnya.
“Dunia ini berputar, antara utara dan selatan ada perbatasan, tapi semuanya saling terhubung. Maka, kita harus bulat dalam menghadapi persoalan keilmuan agar ilmu akuntansi tetap relevan dalam tata kelola negara,” tegas Prof. Karta. (jir)

