Masyarakat Kelurahan Tuara Minta Lurah Baru 

Masyarakat Kelurahan Tuara Minta Lurah Baru 

ENREKANG, UPEKS.co.id — Masyarakat Kelurahan Tuara, Kecamatan Enrekang meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Enrekang agar Lurah Tuara diganti. Pasalnya selama lebih dari tiga tahun Lurah Tuara, jarang masuk kantor.

Hal ini disampaikan H. Ramli salah satu Tokoh Masyarakat Tuara kepada Upeks, Kamis (29/5/25) di Kantor Lurah Tuara, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Ramli mengatakan selama menjadi Lurah, Malik tak bermasyarakat, tak pernah masuk kantor dan tak pernah menghadiri acara yang dilaksanakan oleh masyarakat Tuara, bahkan selama jadi Lurah Tuara Malik tak pernah melaksanakan Shalat Jumat bersama Masyarakat Kelurahan Tuara.

Bacaan Lainnya

Terlihat mulai dari tangga, kantor hingga ruang kerja Pak Lurah berlumut, berdebu dan dipenuhi kotoran burung. Meja kerja Lurah berdebu demikian juga kursinya. Di dinding ruang kerja masih menempel foto mantan Bupati dan Wakil Bupati Muslimin Bando dan Asman. Padahal seharusnya yang terpasang adalah foto Bupati dan Wakil Bupati Enrekang yang baru, yakni H. Muh. Yusuf Ritangnga dan Andi Tenri Liwang La Tinro.

” Kantor Lurah ini seperti kantor mati, tidak terawat, kotor dan disana sini sudah mulai rusak. Bahkan pintu ruang kerja Sekretaris dan Lurah jebol. Bendera sudah robek dan lapuk tapi masih saja dipakai karena tidak pernah diganti”. Kata H. Ramli yang juga mantan Kepala Lingkungan ini.

“Kami menginginkan agar Kelurahan itu bisa bangkit kembali seperti sebelum Pak Malik Lurah disini, karena kita lihat dari fisik kantor Kelurahan dan fisik pembangunan dalam kampung untuk Masyarakat itu sama sekali tidak ada. Bagaimana ada karena Lurahnya tidak pernah hadir, dipertanyakan oleh masyarakat. Mungkin saja pernah ketemu tapi tidak kenal dengan Lurahnya karena tidak pernah kelihatan “. Ujar Ramli.

Ramli juga mengatakan, selama tiga tahun masyarakat tak pernah mendapatkan bantuan anggaran dari Kelurahan.

“Itulah yang dipertahankan oleh masyarakat disini, karena Lurah sebelumnya setiap tahun ada kegiatan bantuan baik fisik maupun non fisik. Tapi ini sama sekali tidak ada meski satu biji kerikil dan satu liter semen tidak pernah ada bantuan”. Kata Ramli.

Sementara itu Ilyas Kepala Lingkungan Tuara dan Halim Kepala Lingkungan Malawwe juga mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan selama ini Malik selaku Lurah Tuara tak pernah berkantor. Dia mengatakan, jika ada Masyarakat yang membutuhkan tandatangan Pak Lurah, Malik menyuruh agar datang kerumahnya atau bertemu di Cafe saja. Masyarakat mengeluh, karena rumah Malik sangat jauh dari kantor Kelurahan.

” Saya sebagai bawahan Masyarakat, sebagai Kepala Lingkungan yang baik harus menyampaikan keluhan Masyarakat, bahwa selama ini Pak Lurah jarang datang dan tidak pernah mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh Masyarakat. Jadi masyarakat itu belum pernah sama sekali melihat Pak Lurahnya”. Kata Ilyas.

Bukan hanya Lurah, keberadaan Bendahara Kelurahan Tuara juga di pertanyakan. Ramli mengatakan Lurah dan Bendahara setali tiga uang. Sama saja, tak ada bedanya. Bendahara yang tinggal di Maiwa juga jarang kelihatan di kantor Lurah.

” Jadi komputer dibawa di rumahnya Pak Lurah, bendahara dan Lurah tidak kerja di kantor, tapi pindah kerja di rumah Pak Lurah”. Kata H. Ramli.

Untuk itu Masyarakat Kelurahan Tuara meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Enrekang untuk segera mengganti Lurah Tuara dengan Lurah yang bermasyarakat dan mau melayani masyarakat di kantor Lurah, bukan dirumahnya atau di cafe.

Sementara itu, Lurah Tuara Abd. Malik mengatakan selama ini jika datang ke kantornya memang dia tidak pernah masuk ke ruang kerjanya sehingga terkesan berdebu dan banyak kotoran burung.

” Saya kalau dikantor memang tidak pernah ke ruangan saya karena saya lebih banyak di ruangan Staf. Kalau dikatakan saya tidak bermasyarakat bukan tidak bermasyarakat. Saya tidak mau kalau saya ada di tengah-tengah mereka, masyarakat yang belikan saya rokok, itu yang saya hindari”. Kata Malik dari balik telepon seluler.(rls)