Puluhan Pengendara Motor Konvoi di Jl AP Pettarani Terekam Kamera ETLE 

Puluhan Pengendara Motor Konvoi di Jl AP Pettarani Terekam Kamera ETLE 

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Puluhan sepeda motor sedang konvoi terekam Kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), tepatnya di depan Kantor Pos Makassar, di Jl AP Pettarani, Minggu (14/1/2024) sekira pukul 15.30 WITA.

Puluhan pengendara dalam konvoi tersebut, melanggar aturan lalu lintas. Karena, ada yang tidak menggunakan helm dan berboncengan tiga serta kendaraannya tidak terpasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat.

Bacaan Lainnya

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Dr Amin Toha menjelaskan, terkait sekelompok pengguna sepeda motor yang terekam ETLE di Jl AP Pettarani, telah dilakukan penindakan oleh tim ETLE Ditlantas Polda Sulsel.

“Ada beberapa kendaraan yang tercapture telah dilakukan penindakan penilangan oleh ETLE Statis. Ada sekitar 18 kendaraan yang sudah terindentifikasi dan telah dilakukan penindakan melalui ETLE, ” jelas Amin Toha, Senin (15/1/2024).

Para pengendara itu sebut Amin Toha, tercapture ada yang tidak menggunakan helm dan juga kendaraannya tidak terpasang TNKBnya. Sehingga tidak keseluruhan bisa teridentifikasi oleh operator ETLE.

“Yang tidak terindentifikasi oleh ETLE, tentunya kita melakukan penindakan secara manual. Masih ada beberapa yang belum tertedeksi. Tapi itu akan dilaksanakan penindakan secara manual, ” sebut Amin Toha.

Terkait maraknya kendaraan yang tidak menggunakan TNKB tegas Amin Toha, pihaknya akan melakukan penindakan secara manual. Kemudian selain penindakan, tentunya juga sudah diberikan imbauan yang selama ini sudah dilakukan.

“Bahwa penggunaan bermotor tanpa TNKB tentunya akan melanggar pasal 280 dan 288 ayat 2. Sehingga akan dilakukan penindakan secara manual yang belum masuk dalam aplikasi ETLE, ” tegas Amin Toha.

“Kenapa, karena ada hal yang nantinya itu bisa mempengaruhi kepada pengguna jalan lain. Karena dampaknya banyak. Kalau tidak memasang TNKB, apabila terjadi kecelakaan atau tindak pidana lain, itu susah diidentifikasi, ” sambungnya.(Jay)