Posko Nataru Bandara Sultan Hasanuddin Resmi Dibuka

Posko Nataru Bandara Sultan Hasanuddin Resmi Dibuka

MAROS,UPEKS.co.id— Managemen PT Angkasa Pura I, Bandara Sultan Hasanuddin resmi mengoperasikan posko pengamanan dan pelayanan penumpang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024.

Pembukaan posko Nataru kali ini dipusatkan di Terminal keberangkatan  Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, senin (18/12/2023).

Bacaan Lainnya
 

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Taochid Purnomo Hadi mengatakan, pengoperasian Posko nataru 2023-2024 akan dilakukan pada selasa dini hari, pukul 00.00 wita.

“Pengoperasian posko Nataru dimulai malam nanti, pukul 00.00 wita. Mereka bertugas hingga 3 januari 2024 mendatang,” jelasnya kepada awak media sesaat setelah apel pembukaan posko.

Dia mengatakan, terkait prediksi selama Nataru 2023-2024, untuk penumpang kenaikannya belum terlalu nampak dibandingkan tahun 2022-2023.

“Prdiksi kenaikan pada periode posko Nataru kali ini memang belum ada kenaikan secara signifikan. Untuk penumpang kenaikannya sekitar 1 persen, dan untuk pesawat sekitar dua persen,” bebernya.

Diperkirakan puncak mudik Nataru akan terjadi di 23 Desember, dan arus balik di 3 januari. “Dengan jumlah penumpang 446.000,” jelasnya.

Terkait extra flight, Mantan Manager Bandara Yogyakarta Internasional Airport ini menuturkan, sejauh ini belum ada pengajuan resmi dari pihak airlines.

“Penyampian secara personal sudah ada. Tapi secara resminya belum ada penyampaian penambahan extra flight,” ungkapnya.

Dalam menyambut kedatangan pemudik Nataru, Touchid mengaku telah membenahi sejumlah fasilitas yang ada di Bandara.

“Mulai dari troly, toilet dan lainnya telah dibenahi, biar pengguna jasa bandara bisa merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Terkait adanya peningkatan kasus covid-19, Pria yang baru menjabat dua sebagai GM Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin mengatakan, pihaknya masih sebatas menghimbau penggunaan masker di kawasan bandara.

“Kami hanya bisa melakukan himbauan penggunaan masker, karena belum ada perintah terkait pembatasan,  maka kami belum melakukan pembatasan seperti dulu,” jelasnya. (***)