Penerima KIP Universitas Handayani Harus Jadi Terbaik

Penerima KIP Universitas Handayani Harus Jadi Terbaik

 

MAKASSAR, Upeks.co.id — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah kepada 67 mahasiswa Universitas Handayani Makassar. Penerima program KIP kuliah harus menjadi yang terbaik dan berbeda dibandingkan mahasiswa lainnya.

Bacaan Lainnya
 

Kepala(LLDIKTI) Willayah IX Sultanbatara Sulawesi Selatan, Drs. Andi Lukman, menuturkan program KIP kuliah adalah salah satu bentuk upaya pemerintah dalam mendorong anak Indonesia yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi. Untuk itu ia berharap kepada penerima KIP untuk memberikan yang terbaik.

“KIP sumbernya dari pemerintah, jadi penerima KIP harus memberikan yang terbaik selama menempuh pendidikan dan harus berbeda dengan mahasiswa lainnya. Tidak ada alasan lagi jika tidak menjadi yang terbaik karena biaya kuliah sudah di tanggung pemerintah,” ujar saat ditemui di Universitas Handayani Makassar, Rabu, 7 Desember.

Kata Lukman, secara nasional mahasiswa KIP selalu menjadi lulusan terbaik karena fasilitas sudah disiapkan secara gratis oleh pemerintah, mahasiswa tinggal memberikan yang terbaik dengan beprestasi. Karena di tahun emas 2045 mahasiswa KIP yang akan berperan disana.

“Jadi beasiswa ini gunakan sebaik-baiknya, jangan menggunakannya sesuai keinginan untuk berfoya-foya tapi manfaatkan dengan baik untuk penunjang pendidikan,” harapnya.

Rektor Universitas Handayani Makassar, Dr. Nasrullah M.Si,M.Kom, mengatakan Universitas Handayani adalah perguruan tinggi yang bergerak di bidang teknologi olehnya itu penerima KIP harus menggunakan fasilitas tersebut dengan baik dan jelas peruntukannya seperti membeli laptop sebagai penunjang perkuliahan.

“Mahasiswa KIP ini harus menggunakan beasiswa pendidikan dengan sebaik-baiknya sesuai harapan pemerintah. Sebagai penerus pembangunan mahasiswa KIP harus kuliah dengan serius kalau ingin main-main KIPnya akan diganti karena banyak yang antri,” bebernya.(rls)