MAROS,UPEKS.co.id— Bukit Indah Kapuk (BIK) Expo yang digelar 21-25 September berdampak besar pada ekonomi Kabupaten Maros. Total perputaran uang selama gelaran tersebut mencapai Rp 4,3 miliar. BIK Expo digelar dengan kegiatan pameran perumahan, turnamen domino dan pameran UMKM.
Owner BSS Group yang menggelar expo, Abdul Salam mengatakan kegiatan ini membawa dampak positif bagi Kabupaten Maros, utamanya bagi sektor perekonomian.
“Kita kan juga memberi ruang untuk UMKM dan tamu yang hadir itu sangat banyak,” katanya Minggu (25/9/2022). Selamat tiga hari pameran perumahan juga digelar dan berhasil closing sebanyak 28 unit.
Ketua Pordi Kabupaten Maros itu menyebutkan ada sekitar 276 pasangan yang mengikuti turnamen domino BSS Cup I.
“Hampir 600 peserta yang ikut, ditambah supporter jadi ada sekitar 2.000 yang hadir, kita melihat antusias masyarakat yang hadir mendorong saya untuk menjadikan ini sebagai event tahunan,” katanya,
Ia mengatakan peserta yang paling jauh itu berasal dari Papua. “Ada tiga pasang yang dari Papua yakni Timika, Biak dan Sorong,” sebutnya.
Sementara itu Ketua Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Selatan, Andi Baso Ryadi Mappasulle, mengatakan event domino di Sulawesi Selatan sebenarnya telah digelar beberapa kali.
“Namun event yang dilaksanakan ketua Pordi Maros ini merupakan event dengan hadiah terbesar, dan juga seleksinya sangat ketat,” ucapnya. Ia menjelaskan event ini digelar dengan sangat ketat sebab melibatkan banyak provinsi.
“Mulai dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, makanya kami mengawal ketat,” bebernya. Menurutnya turnament ini merupakan ajang latihan bagi para atlet.
“Terkhusus untuk Maros, yang selama ini masyarakat masih banyak menganggap bahwa domini adalah judi, kami telah bertemu dengan pemerintah setempat dan sepakat bahwa domino saat ini adalah cabang olahraga otak yang masuk kategori prestasi” jelasnya.
Pihaknya pun mengaku saat ini sedang mengejar persyaratan untuk masuk menjadi anggota tetap Koni.“Kami usahakan dalam tahun ini kita sudah bisa menjadi anggota Koni,” bebernya.
Ia mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota tetap Koni.
“Secara nasional kami harus membentuk 50 persen kepengurusannya, kami butuh 18 provinsi dan saat ini kasih sudah di posisi 16 provinsi, kemudian pernah melakukan event nasional sebanyak empat kali.
Untuk 24 Kabupaten Kota di Sulsel pihaknya sudah membentuk 22 Pordi. Hanya Luwu dan Luwu Utara yang belum membentuk kepengurusan.
“Yang menarik dari BSS Cup I ini selain berhadiah rumah juga ada satu tiket golden untuk ikut diliga nasional di bulan oktober mendatang” imbuhnya. (***)

