MAKASSAR,UPEKS.co.id— PT Suzuki Megahputra Sejahtera menanggapi rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Indonesia.
General Manager Suzuki Megahputra Sejahtera, Yesaya Roberto mengatakan, masyarakat saat ini masih menunggu kebijakan dan langkah apa yang akan diambil pemerintah dalam mengatur harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
“Konsumsi Pertalite di Indonesia mencapai 80 persen dari total bensin, sehingga kenaikan harga Pertalite tentu akan mendorong kenaikan inflasi, yang mungkin saja meningkat,” ungkap Roberto saat dikonfirmasi UPEKS.
Menurutnya, dampak kenaikan BBM ternyata tidak hanya pada ekonomi, tapi juga akan berimbas pada aspek sosial masyarakat Indonesia.
“BBM sangat diperlukan untuk operasional perusahaan, sehingga jika harganya kian mahal maka akan membebani biaya produksi hampir seluruh sektor dan lini bisnis,” ucap Roberto.
Akibatnya, perusahaan akan meminimalisir biaya operasional, misalnya dengan menghentikan rekrutmen karyawan baru, dan sebagainya.
“Tentunya masyarakat lebih melihat ke mobil irit BBM sperti Suzuki Ertiga Hybrid dan mobil berkapasitas mesin rendah seperti Suzuki Spresso. Untuk laris manis belum tentu, karena kenaikan BBM akan memberikan efek domino,” pungkas Roberto. (Mit)

