Bawaslu Enrekang Minta Peran Media Dalam Pengawasan Tahapan Pemilu

Bawaslu Enrekang Minta Peran Media Dalam Pengawasan Tahapan Pemilu

ENREKANG,UPEKS.co.id— Tahapan Pemilu akan segera dimulai. Untuk itu, Ketua Badan Pegawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Enrekang, Uli Nuha mengatakan, pentingnya sinergitas Bawaslu dan Media dalam rangka melakukan pengawasan pada seluruh tahapan Pemilu.

Hal ini disampaikan saat Ketua Bawaslu mengundang para Awak Media ngopi bareng di Cafe Ideologi di Jl HOS Cokroaminoto, Enrekang.

Bacaan Lainnya

Selain Ketua Bawaslu, kegiatan tersebut juga dihadiri Suardi Mardua Koordinator Devisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Sengketa (HPPS), Akhmad Saleh Koordinator Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL), Kasman Komisioner KPU Enrekang, Aswan Anjas Sekretaris Kebangpol serta beberapa Awak Media cetak, online dan elektronik.

ULI menjelaskan, disamping pentingnya peran media dalam melakukan pengawasan pada Seluruh tahapan Pemilu, Media juga diharapkan menjadi sumber informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait tugas-tugas Bawaslu sebagai Lembaga pengawasan Pemilu sehingga masyarakat luas paham akan alur penyampaian laporan terkait pelanggaran Pemilu jika ada kejanggalan yang ditemukan masyarakat selama proses tahapan berjalan.

Hal sama disampaikan Suardi Mardua selaku Devisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Sengketa. Suardi menegaskan meskipun Bawaslu telah memiliki Website, IG dan FB namun peran serta awak media sangat penting dalam menyampaikan informasi apapun terkait Bawaslu kepada khalayak umum.

Selain itu hal yang penting menurut Suwardi adalah begitu banyak hal yang di butuhkan Bawaslu terkait informasi yang bisa didapatkan melalui Media terkait kerawanan terjadinya pelanggaran yang terjadi pada tahapan Pemilu.

Peran Media menjadi lebih penting mengingat personil yang dimiliki Bawaslu hingga ketingkat desa sangat kecil dan terbatas.

“Banyak hal yang kami sangat merasa terbantu dengan adanya Awak Media, terutama informasi ke Publik yang harus disampaikan. Banyaknya pelanggaran yang terjadi ditengah masyarakat namun masyarakat tak memahami bagaimana alur dan syarat melapor dan sebagainya,” Ujar Suardi.

Bawaslu mengakui dengan berbagai keterbatas untuk mengakses potensi-potensi pelanggan yang ada.

“Kami sangat berharap jika ada potensi pelanggaran yang terjadi selama tahapan Pemilu rekan-rekan Media juga bisa menyampaikan kepada kami sehingga kami bisa menindaklanjuti,” Tutupnya.

Bawaslu juga berharap peran media melakukan sosialisasi Pemilu sehingga dapat mewujudkan Demokrasi yang jujur dan adil.

Peran Media yang sangat strategis diakui Bawaslu sangat membantu seluruh pihak dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas di Bumi Massenrempulu.

Ketua Bawaslu berharap dengan adanya diskusi antara Bawaslu dan awak media sebagai langkah awal terbangun Sinergitas yang akan lebih menguatkan tugas-tugas Bawaslu sebagai Lembaga pengawasan Pemilu. (sry)