MAKASSAR,UPEKS.co.id— Masih dalam suasana Idul Fitri 1443 Hijriah. Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) gelar Halal Bihalal di Gedung Graha Pena, Sabtu (28/5/2022).
Acara yang mengusung tema Masseddi Palesui Sengereng ri Tana Wajo (Bersatu kembalikan Kenangan/Kerinduan di Tanah Wajo), dengan Ketua Panitia Drs Andi Bau Sangkawana, M.Si ini dihadiri sejumlah deretan tokoh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Bupati Wajo, Amran Mahmud.
Sekjend Kesatuan Masyarakat Wajo ( Sekjend Kemawa) Dr H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, Andi Arwin Azis, legislator DPR RI, legislator DPRD Sulsel, dan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. Selain itu, para pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Wajo, jajaran Forkopimda Wajo, Ketua Umum Pengurus Pusat Kemana, Abd. Rahman Rahim, bersama jajaran pengurus, para sektor.
Sekretaris Daerah bersama para staf ahli bupati, Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, camat, Kepala Kemenag Wajo, Ketua TP PKK Wajo, ketua panitia bersama jajaran, ratusan tokoh dan masyarakat Wajo lintas profesi, serta undangan lainnya.
Sekjend Kesatuan Masyarakat Wajo ( Sekjend Kemawa) Dr H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap bulan Syawal selesai lebaran Idul Fitri.
Kata Andis sapaannya, kegiatan tersebut dihadiri sekira 1.000 orang, dan selama dua tahun tidak dilaksanakan karena pandemi Covid-19.
“Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan syawal (selesai lebaran idul fitri) namun karena covid 19 sehingga dua tahun tidak dilaksanakan halal bi halal ini, baru Tahun ini 2022 dilaksanakan dengan menghadirkan kurang lebih 1.000 orang yang hadir,” ungkap Andi Sukri.
Olehnya itu, Andi Sukri melalui Halal Bihalal Kemawa yang digelar tersebut dapat turut andil atau berkontribusi untuk tanah Wajo.
“Halal bi halal ini untuk merawat silaturahim dan turut serta memberi andil atau konstribusi untuk tanah Wajo tercinta,” Kata Wakil Rektor II Unismuh Makassar ini.
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengajak seluruh yang tergabung dalam kepengurusan Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) untuk “pulang” membangun kampung halaman. Pemerintah daerah membuka peluang seluas-luasnya agar segala potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) Bumi Lamaddukelleng dimaksimalkan.
Ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Wajo kembali meningkat pada 2021, yaitu 6,77 persen setelah sempat terpuruk pada 2020 di posisi -1,17 persen. Itu adalah angka cukup tinggi karena bisa melampaui pertumbuhan ekonomi Sulsel yang secara kumulatif sepanjang 2021, yaitu 4,65 persen.
Menurutnya, penurunan pertumbuhan ekonomi yang sempat terjadi disebabkan karena hantaman pandemi COVID-19 yang melanda secara global. Namun, berkat sinergitas dan kolaborasi semua pihak sehingga bisa kembali bangkit pada 2021.
Amran Mahmud melanjutkan bahwa hantaman pandemi menyebabkan banyak program yang harus disesuaikan bahkan harus dimaksimalkan pelaksanaannya dengan kondisi penganggaran yang sudah di-refocusing untuk penanganan COVID-19. Salah satunya pembangunan infrastruktur yang menurutnya sebagai pendukung untuk pengembangan segala sektor.

