Tak Kunjung Pindah, Wabup Maros Deadline Pedagang Pindah 17 April Mendatang

  • Whatsapp
Tak Kunjung Pindah, Wabup Maros Deadline Pedagang Pindah 17 April Mendatang

MAROS,UPEKS.co.id— Pedagang Pasar Turikale (eks Pasar Sentral) diberikan waktu hingga Minggu, 17 April untuk pindah ke pasar Tramo.

Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mengatakan, sebanyak 500 pedagang akan diberikan waktu untuk membersihkan kios atau los mereka.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya, kami telah mengimbau para pedagang untuk pindah pada tanggal 1 April, namun mereka meminta perpanjangan waktu hingga tangal 8, dengan alasan sebagian tempat mereka belum memiliki jendela dan pintu,” jelasnya, Selasa (12/4/2022)

Namun setelah ditinjau, hingga hari ini masih banyak pedagang yang belum direlokasi.

“Setelah saya tinjau langsung kelapangan ternyata masih ada beberapa persoalan yang menyebabkan mereka belum pindah ke pasar Tramo,” ungkapnya.

Dia mengatakan kendala yang terjadi dilapangan adalah kurangnya komunikasi yang dilakukan oleh pedagang kepemerintah. Makanya dengan tegas Ketua DPD II Partai Golkar Maros itu memberikan peringatan terakhir untuk segara direlokasi.

“Makanya saya buat ultimatum hari minggu sudah harus dipindahkan, sehingga hari senin proses perdagangan sudah dilakukan  di Pasar Tramo,” bebernya.

Bahkan Mantan anggota DPRD Maros itu pun telah memperingati tim gabungan yang akan mengawasi para pedagang dalam relokasi.

“Mereka hanya boleh menyentuh barang pedagang, apabila  sudah lewat pukul 00.00 Wita pada hari Minggu. Mereka harus relokasi karena proses pembangunan di pasar Turikale sudah harus berjalan, karena mau direhab dan diperluas karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak lagi disebut sebagai pasar,” ucapnya.

Sementara itu salah satu pedagang di Pasar Turikale, Rani Dg Colleng, mengatakan, pihaknya akan segera relokasi ke pasar Tramo.

“Mudah – mudahan banyak pembeli disana (Pasar Tramo), kalau banyak pembeli otomatis kita akan betah,” ungkapnya.

Dia mengatakan ada 142 kios dan 100 lebih lapak yang dibangun di Pasar Tramo.

“Dan ada juga teman teman pedagang yang lain, yang pindah secara swadaya, jadi butuh biaya juga untuk membangun kiosnya, jadi itu juga salah kendalanya,” tutupnya. (***)