Perang Rusia dengan Ukraina Tak Berpengaruh Terhadap Ekspor Sulsel 

Perang Rusia dengan Ukraina Tak Berpengaruh Terhadap Ekspor Sulsel 

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Perang antara Negara Rusia dengan Ukraina secara langsung tidak berdampak terhadap aktivitas ekspor di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Andry Arief Bulu mengatakan untuk dampak secara langsung hingga sekarang belum ada.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini kami dari Kadin belum mendapatkan dampak dari perang antara Rusia dan Ukraina,” ujarnya.

Senada yang diungkapkan Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Sulselbar Arief R Pabetinggi menyebutkan selama ini volume ekspor kedua negara tersebut selama ini nilai rendah sehingga dampak dari perang kedua negara ini belum ada.

“Kalau perang antara Rusia dan Ukraina itu belum kelihatan, kan ini baru enam hari, tentunya ini belum ada dampak terhadap aktivitas ekspor di Sulsel. Dan memang kalau kita melihat  kegiatan ekspor kedua negara tersebut selama ini volumenya kecil,” ucap Arief, Senin (28/2/2022).

“Lain hal secara nasional mungkin saja Rusia dan Ukraina menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar sehingga bisa saja dampaknya besar,”sambung Arief.

Ia menyebutkan adapun komoditi ekspor dengan tujuan Rusia dan Ukraina selama ini adalah sektor perkebunan dan pertanian, seperti merica dan sebagainya.

“Aktivitas ekspor ini juga tidak secara berkesinambungan tidak seperti negara-negara lain yang menjadi tujuan utama ekspor dari Sulsel,” tandas Arief.

Menurut Arief yang menjadi kekhawatiran, perang yang terjadi pada kedua negara ini jika sekutu kedua negara tersebut ikut terlibat dalam perang. Maka dampak terhadap kegiatan ekspor akan terasa.

Meskipun belum ada dampak terhadap ekspor di Sulsel, Menurut Arief  perlu adanya antisipasi karena ketika sekutu kedua negara terlibat maka ada resiko perdagangan internasional terhadap Sulsel.

“Kita ketahui Rusia negara sekutunya oleh Cina, Kemudian Ukraina disokong oleh Negara Amerika Serikat artinya keterlibatan dua negara jauh ke dalam maka dampaknya akan terasa telah diketahui kedua negara tersebut seperti China dan Amerika menjadi tujuan ekspor utama Sulsel,” tandas Arief.

Selain itu yang menjadi ancaman terhadap ekspor di Sulsel. Kata Arief masih dihantui pandemi Covid-19. Utamanya varian Omicron juga awal tahun aktivitas ekspor belum menggeliat.

“Saya kira perang belum berdampak ya. Dan memang kondisi sekarang masih berpengaruh terhadap aktivitas ekspor di Sulsel dan aktivitas ekspor di Sulsel ketika awal belum bergerak secara signifikan. Nanti Maret hingga akhir baru terasa dan berjalan norman,” ungkap Arief. (Rasak).