Direktur DPI Nilai Indah Putri Tidak Lagi Punya Pengaruh Kuat di Pilkada Lutra 2024

  • Whatsapp
Direktur DPI Nilai Indah Putri Tidak Lagi Punya Pengaruh Kuat di Pilkada Lutra 2024

MASAMBA, UPEKS.co.id — Pilkada Luwu Utara (Lutra) 2024 diprediksi berlangsung menarik. Musababnya, tidak ada lagi petahana yang bertarung. Adapun keberadaan Bupati Lutra dua periode, Indah Putri Indriani alias IDP, dinilai tidak lagi memiliki pengaruh kuat. IDP masih menjadi king maker tapi sebatas di lingkaran dinastinya.

Ulasan itu dipaparkan oleh Direktur Eksekutif PT Duta Politik Indonesia (DPI), Dedi Alamsyah, dalam keterangan tertulis perihal perkiraan peta politik Pilkada Lutra 2024.

Bacaan Lainnya

Menurut Dedi, pengaruh IDP akan diuji kembali pada Pilkada Lutra 2024. Apakah masih mampu mempertahankan rezimnya atau tidak sama sekali.

Ia mengimbuhkan peran IDP sebagai king maker pada Pilkada Lutra 2024 dinilainya sangat lemah. Diperkirakan hanya sebatas di lingkarannya saja. Adapun untuk mengatrol suara dari kandidat yang didukungnya terbilang berat lantaran daya dongkrak elektabilitas IDP dinilai terus melemah.

“Saya pikir Indah (Bupati Lutra IDP) bukan king maker kuat. Indah akan tampil lemah pengaruhnya jika kita melihat capaian kinerja ia selama ini,” ungkap Dedi, yang juga konsultan politik.

Ia menjabarkan ada tiga faktor besar, mengapa IDP dinilai sebagai king maker lemah dalam Pilkada Lutra 2024. Pertama, rekam jejak berbicara bahkan saat Pilkada 2020 lalu, dimana IDP berstatus petahana tapi tidak mampu meraih dukungan di atas 50 persen. Jika ia berkinerja bagus, tentu perolehan dukungannya di atas 50 persen sebagai petahana.

Kedua, banyak rapor merah selama kepemimpinan IDP di Lutra. Seperti masalah kemiskinan, pengangguran dimana-dimana hingga masalah dampak banjir yang tidak kunjung terselesaikan.

Ketiga, Dedi menilai IDP lebih banyak melakukan manuver politik pada periode keduanya. Ia dinilai lebih siap mempersiapkan pesta demokrasi 2024 dibandingkan menuntaskan aneka janji politiknya. Sekadar diketahui, IDP memang mulai masuk hitungan sebagai kandidat pada Pilgub Sulsel 2024, meski lebih banyak dijagokan sebagai 02.

Berbekal analisa itu, Dedi meyakini IDP bukan sosok seperti Tri Rismaharini di Surabaya yang mampu mengantarkan jagoannya Eri Cahyadi sebagai pemenang Pilwalkot Surabaya 2020 lalu. (mah)