Turun ke Jalan, Tim Terpadu Dishub Jaring Empat Pak Ogah

  • Whatsapp
Turun ke Jalan, Tim Terpadu Dishub Jaring Empat Pak Ogah

 

MAKASSAR, Upeks.co.id — Tim Terpadu dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP kembali turun ke Jalan untuk melakukan penertiban terhadap para penyeberang jalan ilegal yang populer disebut Pak Ogah.

Bacaan Lainnya

Tim terpadu penertiban Pak Ogah yang beraksi Senin (18/10) pagi menyasar u-turn (pembelokan) di beberapa jalan utama yang kerap dimanfaatkan Pak Ogah menjalankan aksinya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Azis Bennu menjelaskan ada tiga jalan protokol yang menjadi sasaran penertiban. Yakni Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan AP Pettarani.

“Jadi ini kegiatan rutin yang kita lakukan. Kita berkomitmen untuk memberantas Pak Ogah yang kehadirannya kerap meresahkan warga, khususnya para pengguna jalan,” ungkap Azis.

Dari hasil penertiban di tiga jalan tersebut, terjaring empat Pak Ogah. Mereka kemudian diamankan dan dinaikkan ke mobil yang telah disiapkan.

Selanjutnya, para Pak Ogah tersebut dibawa untuk didata dan diberi pembinaan agar tidak lagi kembali ke UTurn menjadi pengatur lalu lintas illegal.

Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak lagi menjalankan aksinya di jalan-jalan. Karena selain meresahkan pengguna jalan, juga membahayakan diri mereka.

“Bayangkan ada yang mengeluh, kalau tidak dikasih uang, mereka teriaki atau marah-marahi pengguna jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Muh Arafah menegaskan pihaknya secara massif akan terus melakukan penertiban sampai jalan-jalan bebas dari Pak Ogah.

“Ini sudah menjadi tugas rutin kami. Tujuannya memberi keamanan dan kenyamanan berkendara bagi warga di jalan-jalan,” tuturnya.

Kepada warga, khususnya para pengguna jalan, dia menekankan agar jangan sekali-kali memberi uang kepada Pak Ogah.

Alasannya, hal itu akan memberi peluang kepada mereka untuk terus menjalankan aksinya. Apalagi jika merasa pendapatan dari menjadi penyebarang jalan ilegal cukup lumayan.

“Kalau pengendara tidak memberi uang ke mereka, otomatis mereka akan hilang dengan sendirinya. Tapi kalau dikasih uang, mereka akan tambah semangat menjalankan aksinya,” tandas Muh Arafah. (*)