Sumringah Warga Kampung Panggalungan Nikmati Listrik

  • Whatsapp
Sumringah Warga Kampung Panggalungan Nikmati Listrik
SURVEI. Ketua Forum Tabo-tabo Sejahtera, Muh. Ilyas bersama tim CSR PT Semen Tonasa saat melakukan survei rumah warga penerima lampu solar Cell di Kampung Panggalungan.

* Menengok Program CSR PT Semen Tonasa di Desa Tabo-tabo

Warga Kampung Panggalungan, Dusun Tabo-tabo Selatan, Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), akhirnya bisa sumringah. Hal ini seiring dengan terwujudnya impian mereka untuk menikmati penerangan listrik. Mengingat, penantian 30 tahun lamanya kampung itu gelap gulita, akhirnya terbayar setelah adanya bantuan listrik tenaga surya (Solar Cell) dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Tonasa.

Bacaan Lainnya

Laporan: Arifuddin
——————————
Pangkep

PT Semen Tonasa berkomitmen untuk tetap konsisten menjalankan program Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau CSR. CSR adalah suatu konsep, bahwa perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggungjawabnya terhadap masyarakat dimana perusahaan itu berada.

PT. Semen Tonasa adalah salah satu perusahaan milik negara yang tetap konsisten menjalankan program CSR. Salah satu buktinya adalah dengan memberikan bantuan listrik tenaga Surya (Solar Cell) untuk warga Kampung Panggalungan.

Sebelum Januari 2021, sebuah perkampungan di atas Gunung Panggalungan masih gelap lantaran tidak terjangkau aliran listrik PLN. Ketika malam tiba, warga di perkampungan itu memanfaatkan lampu minyak untuk menerangi rumah-rumah.

Perkampungan di Gunung Panggalungan itu dikenal sebagai Kampung Panggalungan, bagian dari Dusun Tabo-tabo Selatan, Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.

PLN memang telah berhasil membangun jaringan listrik ke Desa Tabo-tabo dan mengalirkan listrik ke rumah-rumah penduduk di beberapa dusun. Meski demikian, Kampung Panggalungan menjadi wilayah yang tidak terjangkau jaringan PLN.

Ketua Forum Tabo-tabo Sejahtera, Desa Tabo-tabo, Muhammad Ilyas mengungkapkan, kondisi geografis dan jumlah penduduk Kampung Panggalungan kala itu, membuat jaringan PLN tak sampai ke sana. Pasalnya, jumlah penduduk yang tinggal di Kampung Panggalungan, hanya sekira 40 Kepala Keluarga (KK).

“Tahun 2019 lalu, PLN sempat melakukan survei. Namun dinyatakan tidak bisa kalau pakai listrik dari PLN, karena jumlah rumahnya hanya 30. Belum lagi jaraknya jauh dan harus melewati hutan serta jarak antar rumah warga yang berjauhan sekira 2 Km,” ungkap Ilyas yang ditemui di kediamannya di Desa Tabo-tabo, Sabtu (30/10/2021).

Sumringah Warga Kampung Panggalungan Nikmati Listrik
TERANG. Kini rumah warga di Kampung Panggalungan menjadi terang berkat listrik solar cell dari PT Semen Tonasa.

Ilyas mengatakan, lokasi Kampung Panggalungan agak terpencil dan aksesnya cukup sulit. Jarak menuju Kampung Panggalungan sekira 6 Km dari jalan utama Tabo-tabo. Untuk memasuki Kampung Panggalungan harus naik ke atas gunung.

“Sebenarnya akses jalannya bisa dilalui motor atau mobil karena lebar. Tapi kalau musim hujan, Kampung Panggalungan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 2 jam, karena jalanannya licin,” ujarnya.

Ilyas mengungkapkan, pengadaan bantuan listrik tenaga surya (Dollar Cell) untuk warga Kampung Panggalungan itu berasal dari aspirasi warga Dusun Tabo-tabo Selatan. Kemudian diusulkan dalam Forum Tabo-tabo Sejahtera untuk diteruskan ke manajemen PT Semen Tonasa.

“Alhamdulillah, disambut baik oleh manajemen PT Semen Tonasa. Karena yang forum usulkan tujuh unit di tahun 2020, namun bisa terealisasi delapan unit dengan anggaran yang dibantukan sebesar Rp40 juta. Sedangkan untuk tahun 2021 ini, PT Semen Tonasa bantu lagi listrik tenaga surya sebanyak 20 unit dengan anggaran Rp95 juta,” ujarnya.

Untuk komponennya, lanjut Ilyas, ada tiga komponen utama. Pertama, solar panel, kedua, inverter, ketiga, baterai (Aki). Solar panel berfungsi mengubah energi matahari jadi energi listrik, inverter untuk mengatur daya dan serta baterai berfungsi mengatur dan menyimpan daya.

“Setiap rumah itu kami gunakan Aki 100 Ampere, solar Cell 100 watt. Jadi, sudah bisa dipakai untuk nonton TV. Warganya juga sekarang tidak susah lagi kalau mau charger (Cas) handphone, anak-anak juga sudah bisa belajar malam, dan tidak lagi pakai lampu minyak seperti dulu lagi,” ungkapnya lagi.

“Alhamdulillah, warga disana (Panggalungan) sangat senang dapat bantuan listrik dari PT Semen Tonasa ini. Karena berkat PT Semen Tonasa mereka bisa menikmati listrik, anak sekolah dan yang kuliah tidak harus naik turun gunung lagi untuk meng-cas HP,” ujar Ilyas penuh haru.

Sumringah Warga Kampung Panggalungan Nikmati Listrik
BANTUAN. Salah satu warga Kampung Panggalungan, Ebbe, yang mendapatkan bantuan listrik solar cell dari PT Semen Tonasa.

Salah satu warga Kampung Panggalungan, Ebbe mengaku, sebelum ada listrik tenaga surya dari PT Semen Tonasa, ia dan warga lainnya memanfaatkan lampu minyak untuk penerangan di mal hari. “Kalau malam, lampunya pakai kaleng yang diberi minyak. Tapi sekarang sudah ada listrik, anak-anak juga sudah tidak kesulitan kalau mau belajar online, karena tidak harus turun gunung untuk cas HP Tapi sekarang. Terima kasih PT Semen Tonasa yang sudah memberikan bantuan listrik untuk kami,” ungkapnya dengan penuh rasa bahagia.

Hal senada diutarakan Matahari, seorang Ibu Rumah Tangga yang telah puluhan tahun tinggal di Kampung Panggalungan. Bagaimana tidak, ia akhirnya merasakan terangnya malam karena adanya lampu tenaga surya bantuan PT Semen Tonasa yang menerangi rumahnya. Dulu, sangat sulit beraktivitas ketika sang Surya mulai tenggelam.

“Kondisi gelap, susah kalau mau beraktivitas di malam hari, karena pakai lampu minyak. Tapi sekarang tidak gelap lagi, karena sudah ada listrik dari PT Semen Tonasa,” ucapnya.

Bantuan listrik tenaga surya untuk warga Kampung Panggalungan ini juga merupakan implementasi dari program 5 pilar CSR PT Semen Tonasa dalam membangun sinergitas berkelanjutan, yang selalu berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat. (*)

Pos terkait