Ramlah: Saya Menaruh Harapan Besar pada JKN-KIS

  • Whatsapp
Ramlah: Saya Menaruh Harapan Besar pada JKN-KIS
Narasumber : Sitti Ramlah

 

Kendari, Upeks.co.id– Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan langsung oleh maasyarakat. Salah satunya adalah Sitti Ramlah, ibu dari Haikal Alfarizki yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI JK). Haikal adalah anak terakhir dari tiga orang bersaudara yang masih berusia 6 bulan dan harus berjuang menahan sakit akibat bronkopneumonia yaitu infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru. Kondisi tersebut membuatnya harus terbaring di Rumah Sakit Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

“Saat anak saya lahir prosesnya dibantu oleh bidan Puskesmas Kemaraya dan saat itu juga anak harus dirujuk ke rumah sakit karena adanya kelainan pada pernapasan. Awalnya saya mengira akan dikenakan biaya pada rumah sakit karena anak belum memiliki kartu JKN-KIS, namun ternyata bayi yang baru lahir dari peserta PBI JK secara otomatis menjadi tanggungan pemerintah dan diberikan kesempatan selama tiga hari untuk membuat kartu pada kantor BPJS Kesehatan,” tutur Ramlah saat ditemui di Rumah Sakit Kota Kendari pada Kamis (17/06).

Melihat kondisi anaknya yang selalu batuk kesakitan membuat Ramlah tidak dapat menahan air mata karena kesedihannya melihat penderitaan anaknya. Hadirnya pemerintah dan BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS telah memberikan penjaminan sepenuhnya untuk biaya perawatan sejak lahir, sehingga sampai dengan saat ini Ramlah tak mengeluarkan biaya sepeser pun. Hal inipun melegakannya, mengingat suaminya hanyalah seorang wiraswasta yang tidak menentu pendapatannya.

“Tanpa adanya jaminan biaya pelayanan dari BPJS Kesehatan seperti ini tentu kami tidak tahu harus mencari biaya pengobatan dari mana. Seringkali Haikal keluar masuk rumah sakit karena gejala batuk dan sulit bernapas, datang secara tiba-tiba tanpa kenal waktu,” ucapnya.

Ramlah juga menyampaikan bahwa suami dan seluruh anaknya juga telah terdaftar sehingga sudah merasa tenang, dan ia hanya perlu memikirkan biaya hidup sehari-hari dan kesembuhan anak bungsunya.

“Saya menaruh harapan besar kepada pemerintah agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan dan tetap menjaminkan iuran bagi masyarakat terutama bagi yang tidak mampu karena akan sangat membantu seperti yang kami alami saat ini,” tuturnya.(jamkesnews)

Pos terkait