Polres Enrekang Usut Perkelahian Antar Kelompok, 15 Orang Diamankan

  • Whatsapp
Polres Enrekang Usut Perkelahian Antar Kelompok, 15 Orang Diamankan

ENREKANG, UPEKS.co.id —Polres Enrekang melaksanakan press release tentang perkelahian antar kelompok dari Dusun Asaan dan Dusun Lombon Desa Kadingeh Kecamatan Baraka.

Kegiatan dipimpin Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya, SH, S.Ik, MH didampingi Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Saharuddin, SH, M.Si.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan berlangsung di ruang lobi Mapolres Enrekang yang dihadiri personil satuan Reskrim Polres Enrekang dan para awak media Kabupaten Enrekang, Rabu (12/05/2021).

Terkait kejadian tersebut, 15 orang terduga pelaku diamankan. terdapat 14 diantaranya warga dari Dusun Lombon inisial BA, SA, LU, SY, RI, SY, MA, SH, SU, RU, MA, AC, SU, SS dan 1 dari Dusun Asaan inisial UD.

Dari peristiwa perkelahian antar kelompok ini, mengakibatkan 6 korban dari warga Dusun Asaan. Diantaranya 4 korban bernisial WA, SU, IR, IM dan 2 orang korban berinisial ZK, RL (dibawah umur) sementara 1 orang korban dari dusun Lombon inisial SM.

AKBP Dr. Andi Sinjaya SH, S.Ik, MH menjelaskan, terjadi perkelahian antar kelompok, Senin 10 Mei 2021 di jalan poros perbatasan antara Dusun Asaan dan Dusun Lombon Desa Kadingeh Kecamatan Baraka, dekat jembatan Dusun Asaan.

“Motifnya bermula, ketika seorang warga Dusun Asaan inisial SU menanyakan kepada LU warga Dusun Lombon terkait adanya warga Dusun Lombon mengendarai sepeda motor yang masuk ke wilayah Dusun Asaan. Tiba-tiba keduanya terjadi kesalahpahaman sehingga sepakat berjanji untuk berkelahi”. kata kapolres.

“Saat bertemu di Dusun Asaan, keduanya tidak sempat berkelahi, karena SU datang bersama temannya inisial WA yang membuat LU jadi takut lalu dikejar ke wilayah Dusun Lombon. Mereka berupaya didamaikan warga Dusun Lombon namun gagal, sehingga masalah berlanjut” tambahnya.

“LU mengirim pesan di WA, jika pemasalahan tetap berlanjut, mereka sepakat bertemu di jembatan Dusun Asaan untuk berkelahi/single” ungkap kapolres.

Sekitar Pukul 21.30 Wita warga dari Dusun Asaan berjumlah sekitar 7 orang dan warga dari Dusun Lombon sekitar 30 orang bertemu di jembatan. Awalnya LU dan WA single. Kemudian berlanjut perkelahian kelompok dan korban 6 orang dari Dusun Asaan dan satu dari Dusun Lombon

Menurut kapolres, semua terjadi akibat knalpot motor yang bising. Hal ini sejalan program Syiar Ramadhan anti pekat (penyakit masyarakat). Diantaranya menyasar Balapan Liar Knalpot Racing, Tawuran, Judi, Petasan, dan Minuman Keras (Miras).

Selama ini pendekatan kepolisian terapkan, selain Preventif namun juga Represif secara selektif Prioritas, guna mewujudkan Enrekang maju aman dan sejahterah (Emas).

Pelaku dijerat Pasal 170 ayat (1) KUHP Subs Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP tentang penganiayaan yang secara bersama-sama dengan ancaman pidana dihukum penjara selama-lamanya 5 tahun 6 bulan.

Selain itu, Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan

Sementara pelaku penganiayaan anak dibawah umur dijerat Pasal 80 ayat (1) Jo Pasal 76 C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jadi Jo Pasal 170 ayat (1) KUH-Pidana Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUH-Pidana.