Target Pencapaian IKU, FKIP UIM Hadirkan Pakar Pendidikan Negeri Jiran

  • Whatsapp
Target Pencapaian IKU, FKIP UIM Hadirkan Pakar Pendidikan Negeri Jiran

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Makassar, terus berinovasi dan kreatifitas dalam mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan Kemendikbud No. 754/P/2O2O. IKU yang dimaksud, IKU 4 dengan membangun kemitraan dengan orang di luar negeri.

“Upaya-upaya terus kita lakukan dalam upaya mencapai IKU yang tekah ditetapka Kementerian, oleh karena itu, kita harus menyambut program itu sebagai implementasi dari kebijakan Pendidikan di Indonesia dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”, jelas Dekan FKIP, Selasa 9 Maret menjelang kuliah Pakar.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Dekan yang membina empat prodi,Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, PGSD, dan PG-PAUD ini menuturkan, kuliah pakar yang dilakukan FKIP UIM bekerjasama pakar pendidikan dari Universiti Utara Malasyia, para dosen lingkup FKIP UIM terus melakukan inovasi pembelajaran.

Tentunya memanfaatkan pembelajaran daring dalam mengatarkan mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran mata kuliah yang diharapkan.

“Kita dapat menyaksikan trik pengajar yang ada di negeri jiran bagaimana mengatasi masalah pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai bentuk media daring, sehingga materi materi yang disampaikan sampai kepada peserta didik” ungkap doktor alumni Malasyia ini.

Rektor Uinversitas Islam Makassar, Dr. A. Majdah M Zain Mengatakan, sangat mendukung kegiatan kuliah Pakar
yang dilakukan FKIP UIM.

“Dengan adanya masa pandemik, kita berharap dosen melakukan inovasi baru dalam mengatasi masalah pembelajaran, walaupun kita menyadari dengan adanya masa pandemik sekarang membuat kita terbiasa dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi “. Terang Rektor Universitas Islam Makassar

Pada kesempata Kuliah Pakar tersebut, Dr AHmad Zaharuddin Sani Ahmad Sabri mengatakan dengan adanya kondisimi covid maka diharapkan guru dan dosen diharapkan mengubah tantangan menjadi peluang, sehingga inovasi-inovasi pembelajaran terus dilakukan oleh guru dan dosen dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

“krisis global akibat penularan wabak covid-19 bukan sahaja mnyebabkan pembelajaran dan pengajaran secara konvensional tertangguh, bahkan menjadikan tugasan guru semakin mencabar”, jelas guru besar Universiti Utara Malasyia. (rls).

Pos terkait