ANEKA

Tindakan Satgas Covid-19 Dinilai Berlebihan, Pemilik Warkop dan Kafe Mengadu ke DPRD

SOPPENG,UPEKS.co.id— Sejumlah pemilik Warkop dan Kafe mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kabupaten Soppeng.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait Surat Edaran No.3/Satgas-Covid 19/I/2021 tentang  pembatasan kegiatan dalam penanganan Covid-19.

Salah satu pemilik Kafe, Ade Irawan  mengatakan, para pemilik warkop dan kafe merasa tidak mendapatkan keadilan yang dilakukan Satgas Covid-19.

“Mereka (Satgas_red) dalam melakukan tindakan sangat melewati batas,” ucapnya.

Seperti kata dia, beberapa aturan yang dikeluarkan Satgas, yang dimana suka memilih-memilih tempat dalam  melakukan tindakan.

“Kami merasa tidak adil. Karena ada beberapa yang terbuka bahkan tidak mengikuti aturan tapi tidak ditindaki,”  ujarnya.

Selain itu, surat edaran juga tidak pernah disosialisasikan ke masyarakat, khususnya bagi pengusaha.

“Tidak pernah lakukan sosialisasi, dan mirisnya ditindaki dengan cara yang berlebihan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ade juga menyampaikan keluhan para pemilik kafe dan warkop terkait sanksi yang diberikan oleh Satgas Covid-19.

Hosting Unlimited Indonesia

“Kami dijemput dan diswab, tanpa ada penjelasan lebih  dulu dari petugas penanganan Covid-19. Akan tetapi ada  beberapa kawan telah mendapatkan dokumentasi apa yang dilakukan Satgas selama ini dan juga tindakan  kekerasan yang dilakukan oknum Satgas Covid-19,” tuturnya.

Dirinya pun meminta agar DPRD menyampaikan hal ini kepada Satgas Covid-19 terkait aspirasi pada pemilik  warkop dan kafe.

“Kita meminta agar DPRD menyampaikan hal ini kepada Satgas Covid-19, agar kiranya memberikan solusi,”  tegasnya.

“Kami akan kembali lagi mendatangi DPRD untuk mendengar hasil dari Satgas Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Soppeng, Fery Agelsya yang menerima aspirasi pemilik warkop dan  kafe mengatakan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti dan akan menyampaikan hal tersebut ke Satgas Covid-  19.

Kata Fery, apa yang dilakukan oleh aparat satuan gugus Soppeng merupakan intimidasi yang diberikan oleh  pemilik warkop, kafe dan pedagang lainnya.

“Tindakan aparat ini membuat tidak nyaman bagi mereka. Harusnya kan ada sosialisasi dulu. Kalau pedagang  tidak mau mendengar, diberikan peringatan jangan langsung ditindak,” ucapnya. (Min).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top