KPCPEN Webinar, Bahas Manfaat PEN Bagi UMKM di Masa Pandemi Covid19

  • Whatsapp
KPCPEN Webinar, Bahas Manfaat PEN Bagi UMKM di Masa Pandemi Covid19

KPCPEN Webinar, Bahas Manfaat PEN Bagi UMKM di Masa Pandemi Covid19

LUTIM.UPEKS.co.id—Komite Penanganan Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menggelar
webinar bertema Manfaat PEN bagi UMKM di masa Pandemi Covid19, bekerjasama pemkab Lutim.

Bacaan Lainnya

Tampil narasumber, Kadis Kominfo Kabupaten Lutim, Masdin, dan Kepala Bidang UMKM Dinas Perdagangan  Koperasi dan UKM Lutim, Abdul Wahid R. Sangka. Webinar dilaksanakan melalui aplikasi zoom, Selasa  (01/12/2020).

Masdin mendapat giliran pertama memaparkan perkembangan dan langkah penanganan Covid-19 di Lutim.  Menurut Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Lutim ini, sebagai daerah yang terbanyak kedua di Sulsel  yang terkonfirmasi positif Covid19, Pemkab Lutim telah melakukan berbagai upaya untuk Percepatan
Penanggulangan covid19 di Lutim.

Diantaranya, Menyiapkan logistik Covid-19 dan jaring pengaman social sebanyak 1.141 Paket Sembako,  Melakukan tracing contact kasus konfirmasi Covid-19 (6.875 SPECIMEN), Melakukan rapid tes terhadap kontak  erat kasus konfirmasi dan rapid massal, Melakukan pengambilan dan pengiriman specimen (swab) untuk kontak  erat Kasus Konfirmasi Covid-19, menyiapkan lokasi isolasi mandiri, rumah singgah, dan pengiriman peserta wisata  Covid-19, Melakukan Konsultasi Informasi Edukasi terkait Covid-19 dan penyemprotan desinfektan dan  Pencanangan Luwu Timur Bermasker oleh Gubernur Sulawesi Selatan.

Kabid UMKM Disdagkop dan UKM Kab. Luwu Timur, Abd. Wahid R. Sangka, sebagai narasumber kedua dalam  pemaparannya mengatakan bahwa sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terimbas dengan adanya  pandemic covid19. Berdasarkan data dari Bappenas, hampir 92% usaha UMKM di Indonesia mengalami  penurunan penjualan akibat Covid19.

“Penurunan terbesar dialami oleh para pelaku usaha yang mengandalkan toko fisik, penjualan langsung dan  reseller. Meski begitu, ada juga sector usaha yang tetap bertahan bahkan mengalami kenaikan omset tapi  persentasenya sangat kecil yakni di angka 3,6%,“ papar Wahid Sangka.

Ia melanjutkan, Pemerintah mengeluarkan Peraturan presiden No. 82/2020 tentang Komite Penanganan Covid-19  dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap  perekonomian, sebagai respon atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekonomi, khususnya  sektor informal atau UMKM.

“Terdapat 4 klaster Program PEN meliputi ; Perlindungan Sosial (subsidi gaji, Bansos, PKH, Kartu Prakerja),  Dukungan UMKM (BPUM, Penempatan Dana dan Subsidi Bunga), Sektor kementerian/Lembaga (Padat Karya),  dan Pembiayaan Korporasi,” tutur Abdul Wahid.

Wahid juga menginformasikan bahwa terdapat 4 dukungan program Kementerian Koperasi dan UKM di masa  pandemi Covid-19 yakni Gerakan Belanja di Warung Tetangga, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,  Dukungan Program Produksi Alat Pelindung Diri oleh Pelaku UMKM dan Mendorong Sektor UMKM Go Digital.

“UMKM Go Digital maksudnya ialah menjual produk di Toko Online atau Marketplace. Keuntungannya Bisa  dilakukan dimana saja, Tidak selalu bermodal besar, Lebih praktis untuk dijalankan, dan Jangkauan konsumen  lebih luas,” ungkapnya.

Terkait dengan toko online ini, Wahid memberikan beberapa kiat kunci keberhasilan dalam bisnis online yaitu ;  mempelajari strategi promosi yang baik, menggunakan berbagai platform media sosial, dan selalu jaga  kepercayaan pelanggan.

Pada akhir pemaparan narasumber jawab melalui chat room dari peserta dimana pada umumnya pertanyaan diarahkan kepada Kabid UMKM, mengingat hamper seluruh peserta adalah pelaku UMKM yang ada di Luwu Timur. (hms/rls)