Kajari Majene Terima Kunjungan Tim Supervisi Jampidum Kejagung

  • Whatsapp
Kajari Majene Terima Kunjungan Tim Supervisi Jampidum Kejagung

Kajari Majene Terima Kunjungan Tim Supervisi Jampidum Kejagung

MAJENE, UPEKS.co.id–Tim Supervisi Penanganan, Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Umum dan Tunggakan  Perkara serta Barang bukti dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI melakukan  kunjungan kerja di Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene, Kamis (26/11/2020).

Bacaan Lainnya

Kunjungan rombongan tim supervisi Jam Pidum dipimpin Direktur Tindak Pidana Narkoba dan Zat Adiktif Kejagung  RI, Darmawel Aswar, diterima langsung Kajari Majene, Nur Surya, didampinggi para Kasi di Kejari Majene.

“Kunjungan ke Kejaksaan Negeri Majene ini, untuk melakukan supervisi ke daerah penanganan regulasi, aplikasi  sudah dijalankan atau belum, kita mau menginfokan ke daerah bahwa aplikasi itu penting,” kata Darmawel yang  didampingi Aspidum Kejati Sulbar bersama Kajari Majene, Nur Surya.

Menurut Darmawel, Kunjungan itu dalam rangka kegiatan supervisi penanganan dan penyelesaian perkara  Tindak Pidana Umum dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap penyelesaian perkara tindak pidana umum, apakah sudah dilaksanakan oleh Kejaksaan di daerah secara optimal.

“Oleh pimpinan kami di Kejaksaan Agung dalam hal ini Bapak Jaksa Agung muda tindak pidana umum, kami  diminta beberapa tim salah satunya tim kami untuk melakukan supervisi ke daerah untuk memberikan contoh-contoh yang benar terhadap beberapa penanganan perkara sesuairegulasi yang sudah kita ciptakan dan
cara untuk melihat juga kira-kira di daerah ini ada tunggakan perkara atau tidak, aplikasi sudah dijalankan atau  belum,”ujar Darmawel.

Darmawel juga mengatakan, karena kita punya namanya aplikasi penanganan perkara pidana khususnya CMS,  cash management system kita juga akan menginfokan kepada daerah, bahwasanya kedepan sistem aplikasi ini menjadi penting untuk memudahkan teman-teman di daerah dalam melakukan pelaporan pelaporan
dan lain-lain sebagainya.

“Tentunya nanti dalam tanya jawab yang akan dikembangkan bersama, dan juga supervisi ini dimaksudkan  kepada satu pembahasan tentang yang namanya RC restorative Justice atau keadilan restoratif, di mana ada regulasi yang mengatur yaitu Perja 15 tahun 2020, yang pada prinsipnya ini untuk memberikan keadilan dalam  masyarakat,”ungkapnya.

Lanjut Darmawel menjelaskan, keadilan yang dimaksudkan, karena selama ini kita sama-sama tahu banyak terjadi  pendapat pendapat di masyarakat, kalau kita penegak hukum ini tajam kebawah tumpul keatas, artinya apa artinya  masyarakat yang kebetulan dalam posisi orang miskin, orang tidak mampu atau orang teraniaya tidak punya
siapa-siapa, ini kan selalu kesannya di hukum berat.

“Ini kita coba untuk melakukan pendekatan secara manusiawi, kita minta kepada para Jaksa kita menggunakan  hati nuraninya, sehingga terhadap perkara-perkara yang sebenarnya ini bisa diselesaikan tanpa harus ke pengadilan kita selesaikan dengan metode restorative Justice, di mana nanti terjadi yang namanya penghentian  penuntutan Kejaksaan,”jelasnya.

Dan tentunya lanjut Darmawel, ini harus memenuhi syarat-syarat yang diminta, jadi tidak seperti misalnya ada  keinginan dari Kajari misalnya itu tidak serta merta, mereka harus menyampaikan dulu dokumen pendukung.

“Setelah itu diputuskan nanti oleh pak Kajati dan apabila perkara ini termasuk perkara yang sulit maka bisa lakukan  ekspos ke Jakartasekarang mempermudahnya dengan sistem online kami lakukan. Metode ini sangat mendapat  apresiasi dari masayarakat, jadi dengan adanya RJ ini tidak penuh penjara dengan masalah seperti ini,”pungkasnya.(Alimukhtar).

Pos terkait