Irwasda Polda Sulsel Pimpin Apel Siaga Pengamanan Pilkada di Barru

  • Whatsapp
Irwasda Polda Sulsel Pimpin Apel Siaga Pengamanan Pilkada di Barru
Irwasda Polda Sulsel Pimpin Apel Siaga Pengamanan Pilkada di Barru
BARRU, UPEKS.co.id — Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Fairan memimpin apel siaga pengamanan Pilkada di halaman Kantor KPU Kabupaten Barru, Selasa (24/11/20) sore.
Apel siaga pengamanan Pilkada yang tersisa 16 hari kedepan akan dilaksanakan, dihadiri oleh Kapolres Barru AKBP Liliek Tribhawono Irianto, Danyon B Satuan Brimob Polda Sulsel Kompol Safari, Wakapolrea Barru Kompol Edy Sumantri dan sejumlah perwira menengah dan perwira pertama jajaran Polres Barru.
Apel siaga pengamanan pilkada tahun 2020 Kabupaten Barru juga melibatkan 2 Peleton Dalmas Polres Barru, 1 Peleton Staf Polres Barru, 1 Kompi BKO Brimob Polda Sulsel, 1 Kompi BKO Sabhara Polda Sulsel.
Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol Andi Fairan dalam arahannya menyampaikan bahwa kondisi aktual hari ini terdapat komplain terhadap kelengkapan administrasi salah satu pasangan calon (paslon) pilkada.
Adanya komplain diantara paslon tersebut, tentu saja bisa menimbulkan gejolak yang dapat mengganggu proses tahapan pelaksanaan pilkada yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Barru.
“Olehnya itu, aparat Kepolisian harus mengamankan semua tahapan pilkada yang ada. Tujuan kita menjamin proses pilkada berjalan dengan aman dan damai. Tidak boleh ada hambatan terhadap jalannya proses tahapan pilkada tersebut,” ucap Kombes Pol Andi Fairan.
Perwira Polri tiga bunga ini menekankan, tugas Polri sebagai aparat negara, khususnya di Kabupaten Barru dalam proses pilkada tahun 2020, yakni untuk meniadakan hambatan yang bisa mngganggu proses demokrasi masyarakat.
Untuk itulah, ia memastikan keberadaan Polri tentu harus mengamankan proses pesta demokrasi lima tahunan itu dan seluruh masyarakat Kabupaten Barru.
“Pihak yang memaksakan kehendak harus diberi pengertian untuk menempuh jalur konstitusi yang disediakan. Jika ada keberatan terhadap proses pilkada, tidak boleh terjadi aksi anarkis. Seperti pembakaran maupun penyegelan fasilitas negara, kita harus mencegah aksi-aksi tersebut,” tekan Irwasda.
Ia menyerukan kepada aparatnya agar dalam bertugas mengamankan proses pilkada di Kabupaten Barru, tidak diperkenankan menggunakan senjata api (senpi). Untuk itu, ia mengingatkan kepada para perwira harus memastikan semua personel tidak menggunakan senjata api dan amunisi tajam.
“Dan yang patut diingat oleh seluruh personil, netralitas Polri adalah harga mati dan selama pelaksanaan tahapan pilkada harus mengedepankan penerapan protokol kesehatan Covid-19,” tutupnya.(Jay)
Attachments area

Pos terkait