PARIWARA

Dua Kali Operasi Caesar Tak Berbiaya, Nanna Akui Kehadiran Negara

Dua Kali Operasi Caesar Tak Berbiaya, Nanna Akui Kehadiran Negara

Narasumber : Nanna Ami (30 tahun) Peserta PBI APBN

Parepare, Upeks.co.id – Nanna Ami (30) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN yang merasakan sekali kehadiran negara. Kader Posyandu Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang ini menceritakan pada Jamkesnews ketika berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Parepare untuk membantu warga binaannya terkait dengan kepesertaan PBI, Selasa (16/06).

“Alhamdulillah, anak saya dua-duanya lahir tanpa kendala dalam proses operasi berkat bantuan semua tenaga medis yang menangani. Operasinya berjalan lancar pelayanannya tanpa ada perbedaan dengan pasien dari segmen mana pun dan yang sangat luar biasa tentunya bebas biaya karena sudah ada jaminan dari JKN-KIS. Rasanya senang sekali diperhatikan oleh negara,” kata Nanna.

Dua Kali Operasi Caesar Tak Berbiaya, Nanna Akui Kehadiran Negara

Awalnya Nanna merasa ragu. Ia takut dipersulit apabila melahirkan dengan menggunakan kartu JKN-KIS dari pemerintah ini, hingga akhirnya ia memberanikan diri bertanya ke Puskesmas untuk mencari tahu bagaimana alur melahirkan menggunakan JKN-KIS.

“Ternyata kalau melahirkan secara normal, bisa dilakukan di Puskesmas atau klinik, sementara kalau terjadi komplikasi baru dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Alhamdulillah, semua dokter ada dan dengan bantuan beberapa perawat pendamping, operasi berhasil dan anak kami pun lahir ke dunia dengan sehat. Kami merasa terbantu karena tidak perlu khawatir akan biaya pelayanan kesehatan,” lanjut Nanna.

Suami Nanna, Hamzah, yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan, mengaku akhir-akhir ini sedang tidak bisa memenuhi kehidupan sehari-hari karena sedang ada pandemi Covid-19. Apalagi kalau cuaca tidak memungkinkan untuk melaut.

“Sejak adanya Program JKN-KIS ini, banyak sekali masyarakat yang terbantu, termasuk kami. Saya berharap JKN-KIS dari pemerintah ini dapat dilanjutkan terus karena program ini masih banyak menjadi tumpuan penduduk saat hendak berobat namun ada keterbatasan biaya,” ucap Hamzah. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top