PARIWARA

Dengan Program Rujuk Balik, Pengambilan Obat Lebih Mudah

Dengan Program Rujuk Balik, Pengambilan Obat Lebih Mudah

Narasumber : Hendra, Apotek Kimia Farma Palopo

Palopo, Upeks.co.id – Pelaksanaan Program JKN-KIS oleh BPJS Kesehatan dilakukan guna meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan dengan mengoptimalkan peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai koordinator pelayanan kesehatan bagi peserta Program Rujuk Balik (PRB). PRB merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan dalam jangka panjang seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, asma, Penyakit Paru Bbstruktif Kronis (PPOK), epilepsy, skizofren, stroke, Sindroma Lupus Eritematous (SLE) dan penyakit kronis lainnya.

Untuk memastikan dan mengawal pengobatan peserta PRB, Apotek Kimia Farma Palopo yang merupakan salah satu apotek PRB, selalu menjalankan perannya semaksimal mungkin, salah satunya dengan mengedukasi pasien tentang aturan mengonsumsi obat yang benar.

“Dengan PRB ini kami bisa memberikan kepastian pelayanan obat bagi peserta PRB berdasarkan mapping peserta, perencanaan pengadaan obat juga dapat kami lakukan sesuai kebutuhan obat bagi peserta PRB. Di apotek kami juga mengimplementasikan peran farmasis dalam menjalankan pelayanan farmasi klinis sesuai ketentuan perundang-undangan,” tutur Hendra, salah satu petugas apotek Kimia Farma Palopo.

Dengan adanya optimalisasi peran FKTP, Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan farmasis di apotek, diharapkan pelayanan PRB dapat dioptimalkan sehingga bisa menurunkan kasus penyakit kronis di FKRTL.

“Selain itu juga diperlukan koordinasi dan kerja sama dengan semua pihak yang terkait sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi peserta JKN-KIS,” ucapnya.

Salah satu peserta PRB, Robert (50), mengatakan bahwa keberadaan program ini sangat memudahkannya dalam mendapatkan obat bagi penyakit kronisnya.

“Selain tidak susah prosesnya, saya juga tidak perlu ke rumah sakit lagi, cukup datang ke Puskesmas, obat sudah bisa didapatkan untuk 30 hari, sehingga kondisi saya bisa tetap terjaga. Jadi, sekarang tidak perlu takut lagi jika obat habis lagi,” jelas Robert. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top