BPJS Kesehatan Sosialisasikan JKN-KIS ke Petugas RSUD Polewali

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan Sosialisasikan JKN-KIS ke Petugas RSUD Polewali

BPJS Kesehatan Sosialisasikan JKN-KIS ke Petugas RSUD Polewali

Polewali, Upeks.co.id – Demi meningkatkan pemahaman terkait program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi seluruh peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Polewali melakukan sosialisasi terhadap petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali, Kamis (24/09).

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Polewali, Rosdiana Nasir menjelaskan tentang teknis pendaftaran/penambahan peserta jaminan kesehatan, alur proses penghapusan data peserta PBI, perubahan data PBI, serta poin-poin penting dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 yang salah satunya tentang penyesuaian iuran peserta JKN-KIS.

“Penyesuaian iuran ini diharapkan memberikan dampak terhadap kualitas layanan, seperti adanya kesesuaian antara biaya pelayanan kesehatan dengan sumber pembiayaan, kondisi keuangan faskes membaik, kualitas pelayanan menjadi meningkat, yang akhirnya adanya kepuasan dari peserta JKN-KIS,” ungkapnya kepada para peserta sosialisasi.

Rosdiana menambahkan BPJS Kesehatan selalu berupaya untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS, di era teknologi saat ini pelayanan terhadap peserta JKN-KIS dapat diakses dari mana saja, antara lain mendaftar dan melakukan perubahan data peserta JKN-KIS serta di mana saja para peserta dapat menerima informasi dan menyampaikan pengaduan.

“Untuk mendapatkan informasi atau menyampaikan pengaduan, peserta JKN-KIS dapat mengakses Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA) dan Voice Interactive JKN (VIKA), hingga Penguatan Fungsi Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit atau langsung mengunjungi kantor BPJS Kesehatan terdekat,” tuturnya.

Pada sesi kelas PIPP, Rosdiana menjelaskan kepada peserta sosialisasi mengenai penggunaan aplikasi Saluran Informasi dan Pengaduan Peserta (SIPP), seperti penginputan dan tanggapan keluhan/informasi, mengecek status kepesertaan dan tagihan peserta, informasi tentang denda pelayanan, hingga alur pendaftaran bayi baru lahir.

“Permintaan informasi dan penanganan pengaduan wajib dilakukan penginputan di aplikasi SIPP oleh petugas yang nantinya akan ditunjuk. Jika hal tersebut sangat urgent untuk penanganannya, dapat disampaikan lewat telepon ataupun telegram,” lanjutnya.

Sementara itu,  Plt Direktur RSUD Polewali, Anita mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut tak hanya dijalankan saja, tetapi juga dievaluasi kemudian. Anita mengatakan untuk evaluasi, diperlukan pengamatan terhadap perubahan pola petugas dalam pemberian pelayanan ke pasien khususnya peserta JKN-KIS

“Apa yang telah dijelaskan harus bisa diimplementasikan oleh petugas yang diberi pelatihan. Dan tak berhenti disitu, secara rutin juga akan dilakukan evaluasi, misalnya sebulan kemudian. Setiap bulan ada Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), kalau setelah dilakukan sosialisasi tidak ada perubahan, kami akan cari tahu apa sebabnya dan akan dilakukan perbaikan,” lanjutnya.

Anita menambahkan hal itu dilakukan agar dapat tercapainya tujuan dalam meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS dan secara umum masyarakat.

“Intinya kami berkomitmen penuh dalam perbaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, semua dilakukan agar meningkatkan kepuasan khususnya bagi peserta JKN-KIS,” jelas Anita. (Jamkesnews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *