Drainase Biopori Dosen FT UNM Membantu Masyarakat Mengatasi Genangan Air

Drainase Biopori Dosen FT UNM Membantu Masyarakat Mengatasi Genangan Air

 

Makassar, Upeks.co.id–Drainase pada lingkungan perumahan yang tidak direncanakan dengan baik akan menimbulkan genangan air dan dapat menyebabkan timbulnya wabah penyakit.

Bacaan Lainnya

Hal ini terjadi pada banyak perumahan di Kecamatan Somba Opu. Perumahan yang dibangun 25 tahun yang lalu mengalami berbagai persoalan, yang salah satu diantaranya adalah persoalan drainase.

Konektivitas saluran air tidak lagi menentu dan masyarakat cenderung abai dengan kondisi yang ada. Arah aliran air yang tidak menentu serta elevasi saluran yang fluktuatif menyebabkan banyaknya genangan air dimana-mana baik pada musim penghujan maupun musim kemarau. Tidak mengalirnya air menyebabkan genangan air terjadi pada saluran drainase.

Mencermati fenomena tersebut, Akshari Tahir Lopa, ST., MT. bermaksud untuk membantu masyarakat perumahan mengatasi persoalan di atas melalui program kemitraan masyarakat (PKM).

Program tersebut merupakan hibah yang bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan diawali dengan pertemuan dengan beberapa pemerintah dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Hasil pertemuan tersebut memungkinkan pelaksanaan kegiatan meskipun pada masa kondisi Corona Virus Desease-19 (Covid-19).

Kegiatan ini sedapat mungkin dilakukan dengan tetap menerapkan protocol kesehatan serta tidak mengumpulkan masyarakat lebih dari 15 orang.

Beberapa kegiatan utama selanjutnya dilakukan oleh tim pelaksana dibantu beberapa orang mahasiswa yang dimulai dengan pembuatan peta lokasi perumahan melalui citra satelit.

Selanjutnya, adalah pelaksanaan pengukuran topografi pada beberapa titik lokasi yang sering mengalami genangan air. Pengukuran topografi dilakukan untuk mengetahui elevasi dasar saluran dan menjadi acuan dalam membuat peta arah aliran air saluran drainase.

Hasil pengukuran dan pembuatan peta arah aliran air menunjukkan bahwa pada beberapa titik diperlukan adanya penggalian kembali saluran drainase, penggunaan gorong gorong, pembuatan lubang biopori pada beberapa titik saluran drainase, serta pembuatan kolam retensi untuk menampung air saluran agar tidak menggenangi saluran drainase. Kolam retensi dibuat untuk menampung air saluran drainase untuk selanjutnya mengalirkan air yang tertampung keluar ke saluran air lainnya ketika kondisi air pada bak penampungan berada pada elevasi tertentu.

Pelaksanaan kegiatan ini memberi manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat setempat. Beberapa rumah yang sering mengalami genangan air di dalam rumahnya tidak lagi terdampak dengan adanya kolam retensi tersebut. Pengaturan kembali arah aliran air disambut baik oleh masyarakat dengan melaksanakan kegiatan gotong-royong, termasuk diantaranya penempatan gorong-gorong yang menghubungkan saluran drainase.

Bapak Andi Banawa mewakili masyarakat Ketua 03 RW 015 Kelurahan Tamarunang, kecamatan Somba Opu sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Beliau berharap masyarakat dapat terus meningkatkan kesadaran lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kesehariannya, terlebih ditengah masa pandemi corona seperti sekarang ini.

Ketua LP2M UNM Prof. Dr. Bakhrani A. Rauf, M.T. yang juga dosen jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik berterima kasih kepada tim pelaksana yang membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan yang dihadapi melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Guru Besar dalam bidang pendidikan lingkungan hidup ini juga berharap agar dosen lain dalam lingkup UNM dapat mengamati masalah yang ada di masyarakat dan menghadirkan karya yang dapat membantu meringankan beban masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.(rls)

Pos terkait