MAKASSAR, UPEKS.co.id— Bahria, salah seorang warga di Jalan Sabutung Timur, Kelurahan Pattingaloang Baru, Kecamatan Ujung Tanah mengaku sangat senang.
Dia bahagia lantaran menjadi salah satu penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Saya senang sekali. Bantuan seperti ini sudah lama saya tunggu,” singkat Bahria, Jumat (20/9/2019).
Penerima BSPS lainnya, Sahariba juga melontarkan pernyataan senada. Dia senang hingga karena baru pertama kali mendapat bantuan bedah rumah.
“Senang sekali, barusan ada bantuan seperti ini. Ada upah untuk tukang dan ada untuk pembeli bahan bangunan,” kata Sahariba.
Kondisi rumahnya yang terletak di Jalan Barukang 5, Kelurahan Pattingaloang Baru kerap digenangi air jika musim penghujan tiba.
Bahkan, atap rumahnya juga banyak yang bocor. Alhasil, air hujan pun menetes ke dalam rumah.
Soal besaran bantuan, Sahariba mengaku memang tak akan mencukupi. Tetapi bantuan ini sangat menolong untuk memperbaiki rumahnya.
“Bantuan kita cukupkan, kita tambah-tambah juga karena memang swadaya. Bahkan banyak warga yang ingin mendapat bantuan ini,” katanya.
Sementara itu, fasilitator BSPS Kelurahan Pattingaloang Baru, Muhammad Taufik mengatakan, ada 50 orang warga yang mendapat bantuan bedah rumah di Kelurahan Pattingaloang Baru.
“Ada tim yang turun untuk memverikasi penerima bantuan. Kami hanya mendampingi saja,” katanya.
Penerima bantuan harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria itu diantaranya, rumah tak layak huni yang dilihat dari lantai, dinding dan atap rumah.
Syarat lainnya, penerima bantuan bedah rumah harus yang memiliki upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).
Setiap penerima bantuan menerima dana sebesar Rp17,5 juta. Dana itu terdiri dari Rp2,5 juta untuk upah tukang dan Rp15 juta untuk bahan material.
“Pemilihan bahan material berdasarkan diskusi penerima dengan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh masyarakat. Bahan materialnya sesuai kebutuhan penerima,” bebernya.
Dana bantuan disalurkan melalui Bank Mandiri. Bantuan disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama Rp7,5 juta untuk bahan material rampung disalurkan.
“Saat ini, bank tengah menyalurkan Rp1,25 juta untuk upah tukang. Dan tahap kedua dalam beberapa pekan ke depan,” kata Taufik.
Lanjutnya, progres pengerjaan bedah rumah di Kelurahan Pattingaloang Baru mendekati 50 persen. Bedah rumah ini ditargetkan rampung Oktober 2019 nanti. (rul/ris)

