MAKASSAR, UPEKS.co.id–Industri perfilman lokal mulai menggeliat Kembali setelah sebelumnya sempat terhambat lantaran Covid-19.
Bangkitnya film lokal ditandai munculnya film bernuansa lokal seperti film terbaru berjudul Don’t Take Home artinya jangan pernah ambil rumahku.
Demikian diungkapkan Produser Film Don’t Ever Take My Home, Harry Maverkk saat berkunjung ke redaksi harian Ujungpandang Ekspres (Upeks), Senin 20 Mei 2024.
Menurutnya, tingginya anomali masyarakat terutama kalangan remaja merupakan berkah tersendiri produksi film.
“Kami Kembali memproduksi film genre horor berujud Don’t Ever Take My Home yang arti dalam Bahasa Indonesia yakni jangan pernah ambil rumahku,” ujarnya seraya menambahkan, menjadi sasaran penonton film ini adalah kalangan remaja mulai dari umur 14 tahun ke atas.
Sementara itu, Seniman Senior Sulsel, Dr Syahrial Tato yang juga salah seorang pencinta film mengatakan, dewasa ini dirinya merasa bersyukur atas banyaknya pendatang baru dalam dunia film lokal.
Menurutnya, film lokal sangat berpotensi dikembangkan. Banyak masyarakat tertarik menonton film lokal.
“Saya ini pelaku film dan suka menonton film. Pokoknya film lokal sangat bagus ditonton apalagi kalua genre horor,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Harian Upeks, Rusli Siri mengatakan, melihat perkembangan perfilman agaknya lokal mulai memperlihatkan jati dirinya. Film lokal menjadi daya Tarik tersendiri masyarakat.
“Ya sudah mulai berkembang film lokal. Hal itu ditandai seringnya pelaku film berkunjung ke redaksi. Kami sangat bersyukur jika industri film lokal berkembang,” ungkapnya. (mim)

