Waspada, Kasus DBD Di Enrekang Dalam Dua Bulan Terus Meningkat 

Waspada, Kasus DBD Di Enrekang Dalam Dua Bulan Terus Meningkat 
ENREKANG, UPEKS.co.id — Kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam dua bulan ini terus meninggi. Data yang diperoleh Upeks dari Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Maspul Husen, S. Kep. Ns.,M.Kep.bulan Januari 2024 tercatat 28 kasus DBD yang ditangani dan di rawat di RSUD Maspul, pertanggal 15 Februari 2024 Husen mengatakan sudah 39 pasien DBD yang di rawat.
” Dalam dua bulan total 57 pasien DBD yang dirawat di RS dan ini baru pertengahan bulan Februari dan jumlah ini terus bertambah”. Ujar Kepala UGD RSUD Maspul Husen.
Perlu diketahui jumlah diatas hanya yang di rawat di RSUD Maspul saja, sementara banyak juga penderita DBD dari Enrekang yang dirawat di RS Toraja, Sidrap dan Pinrang.
Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Nurjannah Mandeha, SKM.,M.Si membenarkan hal tersebut. Mantan Kepala BKAD Enrekang ini mengatakan saat ini pihaknya konsen melakukan fogging atau pengasapan terutama pada daerah endemik.
” Ya karena kondisi Cuaca yang mendukung berkembangnya kasus DBD atau berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Jadi yang saat ini Dinas Kesehatan lakukan adalah terus-menerus melakukan fogging, pemberian Abate, melakukan 3M dan terus-menerus melakukan sosialisasi”. Ujar Nurjannah.
Meski jumlah penderita DBD terus meningkat namun Kadiskes mengatakan pihaknya belum menetapkan kasus ini masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
” Meski memang faktanya sudah ada pasien DBD yang meninggal dunia namun itu ada penyakit penyertanya. Jadi bukan reel pasien mengalami DBD. Selain itu kita belum menetapkan hal ini masuk kategori KLB karena kondisi ini masih bisa kita atasi “. Pungkasnya.
Kadis Kesehatan berharap, masyarakat Kabupaten Enrekang secara mandiri dan sadar mencegah DBD dengan menerapkan pola hidup sehat. Lingkungan sehat akan banyak membantu mencegah berkembangnya jentik nyamuk demam berdarah.
” Karena kondisi alam yang selalu berubah dan mendukung berkembangnya penyakit ini, maka kami minta masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Lakukan 3 M yaitu Menguras tempat penampungan air. Menutup tempat-tempat penampungan air. Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia”. Tutup Nurjannah Mandeha. (Sry)