MAKASSAR, UPEKS.co.id — Operasi Zebra Pallawa 2023 telah berakhir dilaksanakan. Selama 14 hari operasi zebra yang digelar mulai 4 hingga 17 September 2023, sedikitnya ribuan pelanggar ditindak.
Ribuan pelanggaran itu, terdiri dari pengendara roda dua (motor) dan empat (mobil). Mereka terekam oleh kamera ETLE Statis serta ETLE Mobile jenis on board dan handheld yang lebih dominan difungsikan selama operasi digelar.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso mengatakan, penindakan dilakukan berdasarkan tujuh sasaran operasi. Para pengendara yang terekam melakukan pelanggaran langsung dikenakan sanksi tilang dan teguran.
“Berdasarkan data langgar lalu lintas, ETLE Statis sebanyak 729 perkara, ETLE Mobile 516 perkara, Tilang manual 202 perkara, dan Teguran 13.500 perkara,” kata Kapolda saat merilis hasil Anev Operasi Zebra Pallawa 2023, di Ditlantas Polda, Senin (18/9/2023) sore.
Daril hasil penindakan itu, Kapolda menyebut, rata-rata penindakan yang dilakukan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya Operasi Zebra Pallawa juga dilaksanakan.
“Seperti ETLE Statis naik 93 persen, ETLE Mobile naik 100 persen, Tilang Manual naik 100 persen, dan teguran naik 43 persen,” sebutnya.
Lebih lanjut jenderal polisi bintang dua ini menuturkan pelanggar lalu lintas mayoritas adalah pengendara roda dua (motor). Disusul roda empat (mobil), mobil barang, bus, dan kendaraan khusus.
“Adapun kendaraan yang terlibat pelanggaran yakni sebanyak 8.788 kendaraan motor, 4.986 mobil, 1.036 mobil barang, 133 bus, dan 4 kendaraan khusus,” tuturnya.
“Sementara untuk jenis pelanggarannya, terbanyak tidak menggunakan helm atau safety belt, disusul jenis pelanggaran lainnya sesuai dengan target operasi, ” sambungnya.
Sebagaimana diketahui, tujuh pelanggaran yang menjadi target operasi, diantaranya, berkendara menggunakan ponsel, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari kapasitas kendaraan, tidak gunakan helm, di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, dan melebihi batas kecepatan maksimum.
Kapolda juga mengingatkan, meski operasi zebra telah berakhir, Polda Sulsel khususnya Ditlantas dan jajaran Satlantas, akan tetap mengintensifkan penegakkan aturan keselamatan dan ketertiban berlalu-lintas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas karena awal mula kecelakaan berawal dari pelanggaran lalu lintas. Mari menjadi polisi untuk diri kita sendiri, ” imbuhnya.(Jay)

