Merawat Alam, Merawat Peradaban

Merawat Alam, Merawat Peradaban

*Komitmen PT Semen Tonasa Menjaga Kelestarian Lingkungan

TELAH lebih dari setengah abad PT Semen Tonasa, mengeksplorasi tambang batu kapur di bukit Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel. Namun hingga kini, komitmen merawat alam untuk membuktikan ‘tambang tidak mesti merusak’ terus dipegang kokoh PT Semen Tonasa demi merawat peradaban di masa yang akan datang.

Bacaan Lainnya

Laporan: Arifuddin

——————————

Pangkep

Semen Tonasa merupakan perusahaan pelat merah yang berkembang di tengah masyarakat sejak 2 November tahun 1968 silam. Opco dari Semen Indonesia ini juga terus mengembangkan prasarana dan sarana masyarakat di sekitar pabrik bersamaan dengan kegiatan pelestarian lingkungan.

PT Semen Tonasa juga telah merumuskan strategi prioritas yang dikemas dalam Tonasa Bersaudara yang terdiri dari lima pilar. Yakni, Tonasa Mandiri, Tonasa Cerdas, Tonasa Sehat, Tonasa Bersahaja, dan Tonasa Hijau.

PT Semen Tonasa yang memiliki komitmen berkelanjutan dalam lingkungan hidup terus mengupayakan untuk mengendalikan pencemaran udara dari aktivitas penambangan maupun pengoperasian pabrik. Komitmen tersebut sebelumnya dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).

Sejak tahun 2019, perusahaan telah menanam lebih dari lima ribu pohon yang berlokasi di beberapa titik eks tambang. Yakni, reklamasi Batu Kapur, reklamasi tanah liat Bontoa, reklamasi tanah liat Tabo-tabo, reklamasi tanah liat Bulu Tellue, Danau Cinta Tonasa I, Pelabuhan Biringkassi, Pabrik Unit 2/3/4/5, dan Taman Kehati Bulu Sipong.

Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong yang terletak di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, paling menarik perhatian. Sebab, kehadiran taman yang diresmikan di Geopark Bulusipong pada 11 Mei 2018 lalu ini merupakan salah satu cara PT Semen Tonasa dalam merawat alam demi merawat peradaban untuk masa yang akan datang.

Kehadiran Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong yang merupakan Taman Kehati tipe-C berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 3/ 2012 memiliki luas lahan 31,64 Hektare (Ha) ini dalam rangka mendukung visi Semen Tonasa menjadi perseroan persemenan terkemuka di Indonesia yang efisien, berwawasan lingkungan dan sangat mendukung pencapaian Proper Hijau.

Pengembangan Taman Kehati Bulu Sipong selain sebagai lahan konservasi, tempat edukasi untuk pelajar dan mahasiswa, juga ceruk ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kegiatan yang dikembangkan, mulai dari penghijauan, pembibitan tanaman langka, pemanfaatan lahan hortikultura, perikanan tambak, dan penelitian arkeologi.

Di lokasi Bukit Bulosipong yang merupakan perbukitan menjulang ini terdapat tanaman lokal dan endemik serta berbagai flora dan fauna beserta goa-goa pra sejarah yang dilindungi, sehingga akan sangat bermanfaat bagi generasi sekarang serta generasi mendatang.

Dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan eks tambang dalam pelestarian lingkungan ini PT Semen Tonasa diharapkan bisa menjadi perusahaan yang berkelanjutan atau sustainable business. Dimana, perusahaan tidak hanya menjalankan roda perusahaan demi keuntungan semata, tetapi juga untuk menjaga lingkungan dan memenuhi kebutuhan masa depan generasi penerus. Perseroan berupaya menciptakan wujud nyata perhatian yang mengacu pada skala prioritas, terutama di sejumlah lahan eks tambang dengan kondisi vegetasi penanganan serius.

Direktur Utama (Dirut) PT Semen Tonasa, Mufti Arimurti mengatakan, sebagai perusahaan persemenan yang berwawasan lingkungan sebagaimana visinya, PT Semen Tonasa secara kontinyu dan konsisten melakukan berbagai hal dalam rangka menjakankan praktik bisnis yang profesional, efisien, berorientasi lingkungan serta sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, agar sejalan dengan Sustainability Developmant Goals atau Tujuan Pembangunan berkelanjutan.

“Di mana, tujuan pembangunan berkelanjutan ini merupakan komitmen dan upaya untuk turut serta membantu pemerintah dalam hal mensejahterakan masyarakat melalui pengentasan kemiskinan, kesenjangan sosial dan perubahan iklim,” ujarnya.

Selain itu, perseroan juga terus berkomitmen menggunakan FABA (Fly Ash Bottom Ash) sebagai bahan baku alternatif. FABA merupakan abu hasil proses pembakaran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan proses pembakaran batubara pada boiler dan/atau tungku industri. Dalam hal ini, Semen Tonasa selain sebagai penghasil FABA, juga sebagai pengguna FABA.

“Kami berkeinginan dan berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan FABA sebagai bahan baku alternatif untuk memproduksi semen. Ini merupakan komitmen kami untuk bisa membantu menjaga kelestarian lingkungan dengan mengelola dan memusnahkan limbah industri lain seperti FABA, untuk kemudian kami manfaatkan sebagai bahan baku alternatif,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ari ini menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan di perusahaan pada tahun 2022 ini. Termasuk diantaranya  memetakan hal-hal yang perlu dilakukan dalam upaya mencapai PROPER Emas di tahun 2025 mendatang.

Sementara itu, GM Komunikasi dan Hukum Semen Tonasa Andi Muhammad Said Chalik mengungkapkan, bahwa hijaunya alam sekitar, baiknya kualitas udara dan air, serta lestarinya flora dan fauna di masa yang akan datang merupakan tanggungjawab bersama.

Tak hanya itu, PT Semen Tonasa, lanjut dia, merupakan industri semen pertama di Indonesia yang tersertifikasi ISO 50001:2011 dan juga memperoleh Sertifikasi Industri Hijau level 5 sejak tahun 2015. Pada tahun 2021 diperoleh penghargaan PROPER Peringkat Hijau, dan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

“PROPER Hijau ini menunjukkan bahwa PT Semen Tonasa telah lebih dari taat dalam menjaga lingkungan agar kualitas lingkungan tetap terjaga dengan baik. Dengan memperoleh PROPER Hijau, PT Semen Tonasa telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan. Diantaranya telah mengelola keanekaragaman hayati, Sistem Manajemen Lingkungan, Limbah Padat dan Limbah B3, konservasi penurunan beban pencemaran air, penurunan emisi, serta efisiensi energi,” ucapnya.

“Semua itu, hanya dapat kita wariskan untuk anak cucu kita mendatang apabila kita secara konsisten dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan sejak saat ini,” pungkas Andi Said.

PT Semen Tonasa sebagai salah satu perusahaan BUMN diharapkan mampu menjadi pelopor yang membantu mengurangi jejak karbon di Indonesia. Dirgahayu 54 Tahun Semen Tonasa,  perusahaan yang berpikiran maju pasti meraih kesempatan melompat lebih tinggi, menjadi yang terdepan di industri persemenan dalam memberikan kontribusi untuk negeri. (***)