Perkuat Kapasitas Layanan Kesehatan, Sutrisno Gagas Inovasi ” PENANGKISTA” 

Perkuat Kapasitas Layanan Kesehatan, Sutrisno Gagas Inovasi " PENANGKISTA" 

ENREKANG, UPEKS.co.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang bentuk program unggulan yang diberi nama ” Penangkista ” ( Penanggulangan Krisis Kesehatan Tingkat Kecamatan.

Hal ini sejalan dengan  perkembangan Zaman, teknologi serta perubahan iklim dan lingkungan, maka tantangan terhadap ancaman kesehatan semakin kompleks dan beragam.

Bacaan Lainnya

” Berkaca pada pandemi Covid-19 kita dituntut untuk siap atas segala ancaman, yaitu hidup beradaptasi dengan segala kondisi”. Ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Enrekang Sutrisno.

” Olehnya itu Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang menggagas terobosan baru terhadap upaya pencegahan, perlindungan kesehatan masyarakat dalam aspek penguatan pelayanan kesehatan”. Tambahnya.

Terobosan yang digagas Kadinkes Enrekang, Sutrisno SE.SKM. MM hadir dengan istilah” Penangkista ” yaitu sebuah akronim penanggulangan krisis kesehatan tingkat Kecamatan. Menurutnya Penangkista hadir dengan tujuan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan ditingkat Kecamatan, peningkatan kapasitas pelayanan di seluruh UPT Faskes di Kabupaten Enrekang serta bagaimana memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak permasalahan kesehatan dan krisis kesehatan di Kabupaten Enrekang.

Program Penangkista sendiri dilaksanakan pada 6 Lokus Kecamatan di Kabupaten Enrekang yakni Kecamatan Maiwa Anggeraja, Alla, Masalle, Baraka dan Kecamatan Bungin, dengan jangkauan pelayanan pada Fasyankes yang tersebar di Wilayah UPT Puskesmas Maiwa, Anggeraja, Sudu, Masalle, Baraka dan UPT Puskesmas Bungin.

” 6 Lokus ini adalah Piloting. Tetapi tahun ini akan dilaksanakan di 12 Kecamatan yang ada di Enrekang”. Kata Sutrisno.

Kadis Kesehatan Kabupaten Enrekang menegaskan bahwa Penangkista merupakan inovasi yang digagasnya untuk memberikan percepatan, akselerasi layanan kesehatan sehingga memberi rasa aman pada masyarakat, terutama perlindungan dari ancaman, resiko dan dampak permasalahan kesehatan.

” Apabila terjadi kejadian luar biasa kesehatan, baik wabah, bencana alam, bencana non alam ataupun krisis kesehatan wilayah Kabupaten Enrekang, dengan adanya Penangkista kita berharap akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya”. Pungkas Sutrisno.

Kebaruan inovasi Penangkista ini,adalah bagaimana menemukan gerakan kolaborasi keilmuan ditataran Kecamatan dan Desa.

” Karena Tim Penangkista yang kita bentuk di UPT Puskesmas terdiri dari unsur Menejemen Kepala Puskesmas, Staf Teknis seperti Petugas Gigi, Perawat, Bidan, Dokter, Epidemiolog, Promkes, sehingga akan terbina kolaborasi Interprofesional, kolaborasi antar profesi dalam bidang kesehatan dimasing-masing Puskesmas. Ini diharapkan menjadi garda terdepan menangkis masalah kesehatan dan krisis kesehatan berbasis wilayah Kabupaten Enrekang, lebih khusus pada komunitas masyarakat “. Pungkasnya Kadiskes.

Salah satu stakeholder Camat Masalle, Rusman  Jalani, SP menerangkan bahwa Penangkista ini merupakan inovasi membantu percepatan layanan kesehatan, jadi tidak perlu sakit itu meluas, atau cepat diatasi langsung ditangani.

Selain itu Rusman  Jalani juga berpendapat program seperti Penangkista harus selalu didukung dan disupport.

Inovasi dan terobosan Penangkista di dukung oleh Pemerintah Daerah dengan lahirnya Kebijakan Bupati yakni Peraturan Bupati Nomor 79 tahun 2022, Tentang Perubahan Perbup No 19 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan. (Sry).