MAKASSAR,UPEKS.co.id— Implementasi kurikulum merdeka tahun ajaran 2022/2023 menuai berbagai persepsi dari masyarakat.
Disisi lain kurikulum ini juga masih dini dalam penerapan, hal itu mendasari Rizky Aditya bersama tim untuk melakukan penelitian dengan judul ‘Persepsi Tenaga Pendidik dan Peserta Didik Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 2 Makassar,’
Berdasarkan pengalaman di lapangan dengan masih awamnya kurikulum merdeka dalam dunia aplikasi pendidikan yang menjadi inspirasi awal penelitian ini.
“Kami dan tim mendiskusikan mengenai isu yang hangat di SKIM pendidikan dan menemukan kurikulum merdeka karena ini merupakan kurikulum yang masih baru,” kata mahasiswa jurusan pendidikan matematika ICP ini ke Ujungpandang Ekspres, Rabu (27/7).
Dia menjelaskan, penelitian ini akan lebih berfokus pada penilaian guru dan siswa mengenai penerapan kurikulum merdeka khususnya di SMAN 2 Makassar.
“Kami ingin melihat bagaimana sih persepsi tenaga pendidik dan peserta didik terhadap implementasi kurikulum merdeka di SMAN 2 Makassar,” tutur mahasiswa FMIPA ini.
Selanjutnya, dalam proses pengumpulan data digunakan metode wawancara dengan jenis penelitian kualitatif.
“Kalau jenis observasinya kami masih mendiskusikan dengan mentor namun terkait jenis wawancaranya kami menggunakan wawancara semi terstruktur,” tambah Rizky, Sapaannya.
Meskipun belum mampu menawarkan solusi, namun peneliti berharap penelitian ini bisa dijadikan rujukan bagi peneliti selanjutnya.
“Jika nantinya kami telah mendapatkan informasi terkait judul kami maka harapan kami hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan oleh peneliti lain dalam meneliti solusi dari dampak kurikulum merdeka tersebut,” ujar mahasiswa angkatan 2020.
Melalui penelitian ini Rizky dan tim berharap penelitian ini tidak hanya berdampak bagi SMAN 2 Makassar tapi juga bagi sekolah lain dalam pengimplementasian kurikulum merdeka.
“Harapan kami yaitu semoga dengan adanya penelitian ini, pihak sekolah lain dapat menjadikan penelitian kami sebagai tolok ukur sebelum pengimplementasian kurikulum merdeka,” harapnya. (mg01)

