TAKALAR,UPEKS.co.id—Menyedihkan. Nasib Khaeroni (16) buah hati pasangan Kulle Daeng Sitaba dan Bimbi Daeng Jora warga Dusun Batu Napara, Desa Panyakalang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar tak seberuntung teman-teman sekolahnya yang lain.
Siswa SMP Negeri 5 Mangarabombang, Kabupaten Takalar kelas lll itu saat ditemui Rabu (23/9) mengaku sangat membutuhkan HP Android untuk digunakan belajar secara daring. Terlebih lagi, hingga kini belum ada kebijakan pemerintah, agar siswa dan guru boleh kembali belajar tatap muka langsung di kelas.
Hal yang membuatnya sedih, karena Khaeroni ingin belajar secara daring, namun tidak bisa, karena tidak memiliki android. Akibatnya dia, tertinggal mater pembelajaran.
Ditemui dirumahnya di Batu Napara, Khaeroni mengatakan, dia tak bisa belajar online, karena tidak punya hp Android. Akibatnya pembelajaran daring dari guru tidak bisa diikuti.
”Bapakku buruh harian, pendapatannya tidak menentu kadang hanya 30 Ribu sehari. Uang yang didapat orang tua digunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga, belum lagi untuk biaya sekolah,” ungkapnya bernada sedih.
Diakuinya, dia pernah terima beasiswa dari sekolah Rp750 ribu setahun, mulai dari kelas l sampai kelas ll. Namun saat ini beasiswa tersebut tidak lagi terima. Informasi dari sekolah mengatakan, bertahap sesuai dengan dapodik. (Jahar).




