MAKASSAR, UPEKS.co.id- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sebagai tulang punggung utama konektivitas digital di wilayah Papua Pegunungan.
Peresmian yang berlangsung Jumat (8/5) itu menjadi langkah strategis TelkomGroup dalam memperluas pemerataan infrastruktur digital di kawasan Indonesia timur yang memiliki tantangan geografis tinggi. Infrastruktur berbasis satelit tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas nasional sekaligus membuka akses digital yang lebih inklusif bagi masyarakat Papua Pegunungan.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo didampingi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini dan Plt CEO PT Telkom Satelit Indonesia Rizal Ahmad Fauzi.
Turut hadir Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan, serta secara virtual Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol.
Wamen Komdigi RI Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam membangun infrastruktur digital yang inklusif hingga wilayah paling timur Indonesia.
“Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Community Gateway Wamena mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis dan membuka jalan bagi wilayah Papua Pegunungan untuk terhubung dengan ekonomi digital nasional,” ujarnya.
Community Gateway Wamena berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas satelit di Papua Pegunungan.
Kehadirannya menjadi solusi atas keterbatasan jaringan terestrial sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan internet di kawasan tersebut.
Fasilitas ini merupakan gateway kedua yang dibangun TelkomGroup melalui Telkomsat setelah sebelumnya menghadirkan Community Gateway Merauke.
Berbeda dengan Merauke yang difungsikan sebagai backup link untuk menjaga layanan saat terjadi gangguan jaringan terestrial, Community Gateway Wamena dirancang sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas di Papua Pegunungan.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, wilayah Wamena memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan, namun masih menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun masyarakat Indonesia yang tertinggal dari transformasi digital. Community Gateway Wamena hadir sebagai solusi strategis untuk menghadirkan konektivitas yang lebih andal di wilayah pegunungan Papua,” kata Dian.
Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang cukup tinggi. Melalui Community Gateway Wamena, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps.
Peningkatan ini diharapkan mampu menghadirkan kualitas konektivitas yang lebih stabil, latensi lebih terkendali, dan mendukung pertumbuhan trafik digital yang terus meningkat di Papua Pegunungan.
Menariknya, Community Gateway Wamena didesain sebagai open access platform yang memungkinkan infrastruktur tersebut dimanfaatkan tidak hanya oleh TelkomGroup, tetapi juga operator lain, ISP lokal, hingga berbagai institusi untuk menciptakan ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menyebut kehadiran Community Gateway Wamena sebagai tonggak penting pembangunan di wilayah pegunungan Papua.
“Kehadiran Telkom dan Telkomsat melalui solusi konektivitas satelit menjadi langkah nyata untuk menghadirkan kemajuan dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Papua,” ungkapnya.
Melalui penguatan infrastruktur berbasis sovereign infrastructure tersebut, TelkomGroup berharap konektivitas digital di Papua Pegunungan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, serta mempercepat transformasi digital nasional secara menyeluruh. (Mimi)

