Sri Siswaty Zainal Tekankan Penanggungjawab Program MBG di Enrekang Jalin Komunikasi Dengan OPD Terkait

Sri Siswaty Zainal Tekankan Penanggungjawab Program MBG di Enrekang Jalin Komunikasi Dengan OPD Terkait

ENREKANG, UPEKS.co.id — Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang drg. Hj. Sri Siswaty Zainal dengan tegas menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan katering, bukan dapur biasa dan bukan dapur rumah tangga tapi program yang harus memperhatikan nilai gizi, yang akan diberikan kepada anak-anak dan remaja sasaran program MBG di Kabupaten Enrekang sebagai tongkat estafet kepemimpinan.

Untuk itu drg. Sri Siswaty Zainal meminta kepada semua yang terlibat dalam kegiatan ini untuk bersama-sama memikul tanggung jawab besar yang di berikan Negara ini untuk memilih pangan, memilah dan jika ada hal yang sudah mulai mengganggu program ini agar segera melakukan langkah-langkah konkrit.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Kabid Kesmas yang juga Plt. Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang ini saat memberikan materi pada acara Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji Bagi Pengelola/ Penjamah Pangan Program MBG SPPG Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Senin (13/10/25).

” Karena generasi yang akan kita kasih makan adalah generasi yang kita siapkan sebagai generasi Emas tahun 2045. Artinya apa yang kita lakukan hari ini adalah merupakan cikal bakal sumber daya manusia bagaimana menyiapkan generasi yang berkualitas yang mampu bersaing dan menjadi generasi sehat yang tidak mudah terprovokasi dan anak generasi kita bisa terjamin kualitasnya”. Kata Kabid Kesmas Dinkes Enrekang.

Mantan Kepala bidang pelayanan RSUD Maspul dan Mantan Direktur RS Puang Sabbe Enrekang ini mengulik kembali begitu banyak masalah yang terjadi dalam program ini sehingga dia meminta kepada seluruh pengelola mulai dari penanggungjawab program, Owner hingga karyawan agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan tetap memperhatikan jumlah gizi, kebersihan dan yang menunjang keberhasilan program MBG.

Dia juga meminta agar penanggungjawab program ini membuka diri dan berkomunikasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Diskepan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan pihak lain yang terkait.

” Jangan menutup diri dengan pihak terkait, jangan pernah mengatakan bahwa anda adalah pengelola dan penanggungjawab program ini sehingga anda tidak mau membuka diri. Anda harus tetap membuka komunikasi dengan siapapun demi kebaikan kita semua”. Tegasnya k

Sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, pengelola MBG Galonta juga diminta untuk memberdayakan Sumber Daya Alam yang ada di Kabupaten Enrekang, bekerja sama dengan mengutamakan para petani di Enrekang.

” Saya minta kepada Koordinator SPPG agar komunikasi kepada OPD terkait, jangan sama sekali tidak mau menerima masukan, peka melihat perubahan yang terjadi dilapangan, komunikasi dengan pihak sekolah dengarkan apa yang Mereke inginkan dengan tetap dikomunikasikan sehingga semua masalah bisa kita minimalisir. Jangan mengatakan bahwa anda pengelola program MBG sehingga tidak mau komunikasi dengan pihak terkait, ingat yang Bapak Ibu kasih makam adalah masyarakat Kabupaten Enrekang yang menjadi tanggung jawab kita semua bukan cuma tanggung jawab BGM”. Tegas drg. Sri Siswaty Zainal.

Didepan Koordinator SPPG, Owner dan para Karyawan MBG Galonta, Kabid Kesmas menyampaikan Kabupaten Enrekang tidak kekurangan pangan lokal sehingga diharapakan penanggungjawab program MBG aktif menjalin komunikasi dengan para KWT dan petani lainnya. Sri Siswaty Zainal berharap program MBG ini mengutamakan pemberdayaan pangan lokal sebelum mengambil pangan dari daerah luar Enrekang. (Sry)