GOWA, UPEKS–Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh siswa MAN Insan Cendekia Gowa dalam ajangLomba Debat Indonesia (LDI) Cabang Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Gowa yang diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gowa pada Jumat, 23 Mei 2026 di Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia.
Dalam kompetisi yang mempertemukan pelajar terbaik tingkat menengah atas tersebut, delegasi MAN IC Gowa tampil dominan dan berhasil meraih Juara I Tim Debat. Tim madrasah terdiri atas Najihah Salzahmi, Amar Fauzan Adhim, dan M. Nandana Daniswara Chaerul yang tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final.
Tidak hanya unggul secara tim, salah satu delegasi MAN IC Gowa, Najihah Salzahmi, juga berhasil meraih predikat Best Speaker II berkat ketajaman argumentasi, artikulasi bahasa, serta kemampuan membangun sanggahan secara sistematis dan elegan selama perlombaan berlangsung.
Ajang LDI Cabang Bahasa Indonesia tersebut diikuti oleh lima tim perwakilan sekolah dan madrasah, yakni SMA Negeri 1 Gowa, SMA Negeri 5 Gowa, MAN Insan Cendekia Gowa, SMA IT Al-Fityan School, dan MAS Arifah. Kompetisi berlangsung dalam atmosfer akademik yang kompetitif dengan menghadirkan berbagai mosi aktual seputar pendidikan, sosial, literasi digital, hingga dinamika generasi muda.
LDI atau Lomba Debat Indonesia merupakan ruang kompetisi akademik yang menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis, literasi argumentatif, penguasaan bahasa, serta kecakapan komunikasi publik peserta didik. Pada cabang Bahasa Indonesia, peserta dituntut mampu menyampaikan gagasan secara logis, runtut, berbasis data, sekaligus mempertahankan etika berbahasa dalam forum ilmiah.
Lebih dari sekadar adu argumentasi, debat menjadi medium pedagogis untuk membentuk keberanian intelektual dan kematangan berpikir siswa. Peserta dilatih membaca persoalan dari berbagai perspektif, membangun analisis komprehensif, hingga merumuskan solusi secara argumentatif dan substantif. Kompetensi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi masa kini yang dituntut adaptif, komunikatif, dan memiliki daya nalar yang kuat di tengah derasnya arus informasi global.
Keberhasilan delegasi MAN IC Gowa tidak terlepas dari pendampingan intensif guru pembina, Raviqa, yang secara konsisten melakukan pembinaan strategi debat, penguatan literasi isu, hingga simulasi kompetisi sebelum perlombaan berlangsung.
Kepala MAN Insan Cendekia Gowa, Dr. Burhanuddin, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para siswa dan guru pembina.
“Prestasi ini merupakan buah dari ikhtiar akademik, disiplin intelektual, dan budaya literasi yang terus dibangun di MAN Insan Cendekia Gowa. Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa hebat, guru pembina, serta seluruh pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Raihan ini menjadi penanda bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul dalam daya pikir, ketajaman argumentasi, dan kecakapan komunikasi publik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kompetisi debat menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangun kultur akademik yang progresif di lingkungan madrasah. Menurutnya, ruang-ruang intelektual seperti LDI bukan hanya menjadi arena kompetisi, melainkan juga wahana pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya sintesis peserta didik.
Melalui capaian ini, MAN IC Gowa kembali meneguhkan perannya sebagai kawah candradimuka generasi muda yang literat, bernalar kritis, dan siap berkompetisi di panggung akademik yang lebih luas.(rls)

