Urban Farming Jadi Solusi Lahan Sempit, KKN-T Unhas Terapkan Akuaponik, Vertikultur Paralon, dan Pestisida Nabati di Kelurahan Tello Baru
Makassar, Upeks.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan urban farming di lingkungan RW 6 Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, pada Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dua program kerja individu mahasiswa, yaitu penerapan sistem akuaponik sederhana yang dilaksanakan oleh Vidyastecia Gralleviota, serta optimalisasi lahan sempit melalui vertikultur paralon yang dipadukan dengan penggunaan pestisida nabati ramah lingkungan yang dilaksanakan oleh Agung Setia Very.
Salah satu program kerja individu yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah penerapan sistem akuaponik sederhana yang digagas oleh Vidyastecia Gralleviota. Program ini bertujuan memadukan budidaya ikan dan tanaman sayuran dalam satu sistem terpadu sebagai alternatif pertanian perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan pekarangan.
Alih-alih hanya diperkenalkan secara teori, sistem akuaponik dalam kegiatan ini langsung diterapkan bersama masyarakat. Mahasiswa dan warga RW 6 Tello Baru bersama-sama merakit instalasi akuaponik, mengisi media tanam, hingga melakukan penanaman sayuran dan penebaran benih ikan. Proses kerja bersama ini memungkinkan masyarakat memahami tahapan akuaponik secara utuh, mulai dari persiapan hingga perawatan awal, sehingga lebih mudah diterapkan kembali secara mandiri.
Keterbatasan ruang tanam di kawasan permukiman padat RW 6 Kelurahan Tello Baru menjadi latar belakang dilaksanakannya program vertikultur paralon yang dipadukan dengan penggunaan pestisida nabati ramah lingkungan. Melalui program kerja individu yang dilaksanakan oleh Agung Setia Very, mahasiswa KKN-T Unhas memperkenalkan cara bercocok tanam dengan memanfaatkan ruang vertikal, seperti tembok dan halaman rumah, sebagai alternatif produksi pangan di lahan sempit.
Pelaksanaan program vertikultur dan pestisida nabati dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan warga dalam setiap tahapan kegiatan. Mulai dari melubangi pipa paralon, menanam bibit sayuran, hingga mengolah kulit bawang menjadi pestisida nabati, seluruh proses dikerjakan bersama di lingkungan warga. Melalui keterlibatan langsung tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga merasakan bahwa kegiatan bercocok tanam di lahan sempit dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan ramah lingkungan.
Ketua RW 6 Kelurahan Tello Baru menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program urban farming yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN melalui program-program sederhana namun aplikatif ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Makassar dalam memanfaatkan lahan sempit secara produktif dan berkelanjutan.(rls)

