HAB Ke-80, 982 ASN Kemenag di Sulsel Terima Satyalancana Karya Satya

HAB Ke-80, 982 ASN Kemenag di Sulsel Terima Satyalancana Karya Satya

Makassar, Upeks-–Sebanyak 982 Aparat Sipil Negera (ASN) yang tergabung lingkup Kementerian Agama (Kemenag) se Provinsi Sulawesi Selatan menerima menerima Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 atas dedikasi dan pengabdiannya sebagai ASN.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, yang digelar di Lapangan MAN 2 Kota Makassaer, Sabtu (3/1/2026).

Bacaan Lainnya

Mereka yang menerima Satyalancana Karya Satya bervariasi, diantaranya sebanyak 53 orang untuk masa pengabdian 30 tahun, 406 orang untuk  masa pengabdian 20 tahun dan 523 orang masa pegabdian 10 tahun,

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Selatan, Erwin Sodding, S.E., M.M., yang saat itu bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Gubernur Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Erwin Sodding membacakan Amanat Seragam Menteri Agama Republik Indonesia dalam rangka HAB ke-80 Kementerian Agama.

Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi ASN Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam Amanat Menag Prof KH nasaruddin Umar, menyampaikan melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama menegaskan kembali perannya sebagai perekat persatuan bangsa, penggerak kerukunan umat beragama, serta mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat.

Menteri Agama menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya, Kementerian Agama hadir sebagai kebutuhan nyata bangsa yang majemuk, dengan peran strategis menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan, membina kehidupan keagamaan yang damai, serta membuka jalan bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.

“Delapan dekade pengabdian Kementerian Agama harus dimaknai dengan penguatan peran dalam peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ungkapnya dalam amanat yang dibacakan Erwin Sodding.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama telah membangun fondasi “Kemenag Berdampak”, yang diwujudkan melalui transformasi digital layanan keagamaan, penguatan ekonomi sosial keagamaan, peningkatan mutu madrasah dan perguruan tinggi keagamaan, serta implementasi program Desa Sadar Kerukunan yang menghadirkan praktik nyata kerukunan di tengah masyarakat. (jar)