Gowa, Upeks.co.id — Minggu pagi di awal tahun 2026, suasana di sekitar Jalan Poros Malino, tepatnya di Dewi Sri Water Park, tampak lebih sibuk dari biasanya.
Di tengah keriuhan wisatawan yang menikmati libur awal tahun, sebuah momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gowa sedang digodok.
Di dalam Aula Dewi Sri, ratusan pasang mata menjadi saksi lahirnya kepengurusan baru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030.
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan pada Ahad, 4 Januari 2026
Tepat pukul 09.00 WITA, prosesi pengukuhan dimulai dengan khidmat. Di depan ruangan, berdiri sosok yang sudah tidak asing lagi: Drs. H. Sappe Mangiriang, M.M.
Ia kembali memegang tongkat estafet kepemimpinan setelah sebelumnya terpilih secara aklamasi pada konferensi Desember lalu.
Di sampingnya, Firdaus, S.Pd., M.Pd., M.M., yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa, membacakan Surat Keputusan dengan suara lantang, merinci barisan personalia yang akan mengawal organisasi guru ini selama lima tahun ke depan.
Pengukuhan ini tak sekadar seremoni formalitas. Bagi H. Sappe Mangiriang, ini adalah janji suci. Dalam sambutannya yang hangat namun tegas, ia menekankan bahwa kekuatan PGRI tidak terletak pada jabatan, melainkan pada kekompakan.
“Keberhasilan PGRI lima tahun ke depan sangat tergantung pada kerja sama dan kekompakan seluruh pengurus,” pesannya di hadapan para pengurus cabang dari berbagai kecamatan.
Ia juga menyelipkan pesan bijak mengenai pentingnya komunikasi yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi, ia mengingatkan agar para pengurus tidak mudah terprovokasi oleh laporan yang belum jelas kebenarannya.
“Jika ada masalah, mari kita carikan solusi bersama,” tambahnya, mengajak seluruh anggota untuk selalu mengedepankan tabayun (verifikasi).
Agenda hari itu tidak berhenti pada pelantikan. Setelah prosesi berakhir, suasana berubah menjadi ruang diskusi yang produktif melalui penyusunan program kerja.
Ada target besar yang dipasang tinggi-tinggi: Target juara umum di Porseni PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Tak hanya prestasi di lapangan hijau atau panggung seni, kesejahteraan dan pelayanan anggota juga menjadi prioritas.
Salah satu rencana ambisius yang mencuri perhatian adalah pembangunan Gedung Guru berlantai dua.
Menariknya, gedung ini dirancang bukan sekadar ruang rapat, melainkan akan dilengkapi dengan fasilitas kamar inap layaknya hotel untuk melayani para guru dengan lebih baik.
Lokasi pengukuhan di Dewi Sri Water Park memberikan nuansa yang segar.
Di tengah hiruk-pikuk pengunjung yang datang dari Makassar dan daerah sekitar, para pengurus PGRI Gowa justru sedang meletakkan fondasi masa depan pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung lancar hingga selesai ini menutup lembaran awal tahun 2026 dengan optimisme.
Di bawah kepemimpinan H. Sappe Mangiriang dan Firdaus, PGRI Kabupaten Gowa kini siap melangkah, bukan hanya sebagai wadah organisasi, tetapi sebagai rumah yang solid, cerdas, dan solutif bagi seluruh guru di “Butta Syekh Yusuf”.(*)

