MAKASSAR, UPEKS.co.id– Buku Air Mata yang Berkisah tak sekadar menghadirkan kumpulan cerita, tetapi juga menyuguhkan refleksi mendalam tentang kemanusiaan.
Hal ini diungkapkan dr. Wachyudi Muchsin, editor buku tersebut, yang menilai setiap kisah di dalamnya menyimpan pelajaran hidup yang relevan dengan realitas sehari-hari.
Kata dr. Wachyudi, cerita-cerita yang disajikan tidak hanya berangkat dari pengalaman, melainkan juga potret kejujuran emosional yang dekat dengan pembaca.
Kisah-kisah ini menggambarkan luka, harapan, serta kekuatan manusia dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Setiap cerita menghadirkan cerminan realitas kemanusiaan. Pembaca diajak merenung tentang empati, keteguhan, dan keikhlasan dalam menyikapi persoalan hidup,” ujarnya.
Ia menilai, Air Mata yang Berkisah memiliki daya sentuh emosional yang kuat, sekaligus mampu membangkitkan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan yang kerap terabaikan.
Buku ini, kata dia, bukan hanya layak dibaca sebagai karya sastra inspiratif, tetapi juga sebagai ruang perenungan bagi siapa saja.
“Banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik, terutama tentang bagaimana manusia memaknai luka, menjaga harapan, dan menemukan kekuatan untuk bangkit,” tambahnya.
Sebagai editor, dr. Wachyudi berharap buku ini dapat menjadi penguat nilai-nilai kemanusiaan dan menghadirkan perspektif baru bagi pembaca dalam memandang kehidupan.
Air Mata yang Berkisah sendiri ditulis oleh dr. Dewi Setiawati, adik kandung dr. Wachyudi Muchsin. Ia merupakan anak dari pasangan almarhum H. Muhammad Muchsin Tjinu dan dr. Hj. Radiana Makmur Muchsin, Sp.A.
dr. Dewi tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, pengabdian, dan kepedulian sosial.
Sang ibu dikenal sebagai dokter spesialis anak yang berdedikasi, sementara ayahnya menjadi figur panutan dalam kehidupan keluarga dan sosial.
Latar belakang keluarga inilah yang membentuk dr. Dewi tidak hanya sebagai profesional di bidang medis, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki kepekaan tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan nilai yang kemudian mengalir kuat dalam setiap kisah di Air Mata yang Berkisah. (Mimi)


