WAJO, Upeks.co.id – Nelayan di pesisir Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan maraknya aksi illegal fishing dengan cara disetrum, Kondisi ini dikhwatirkan semakin merusak ekosistem danau.
“Danau Tempe sangat rawan dengan ilegal fishing. Selama ini kita melaksanakan pengawasan alat tangkap ilegal dan penangkapan ikan,” kata Kepala Dinas Perikanan Wajo Andi Cakunu, Minggu (16/11/2025).
Andi Cakunu menyebut praktik illegal fishing memang menjadi keresahan bagi nelayan pesisir Danau Tempe.
Para oknum menggunakan alat tangkap yang bisa merusak ekosistem danau, seperti setrum aki yang berdampak kepada populasi ikan.
“Danau Tempe kita ini dihuni berbagai jenis ikan air tawar. Populasi melimpah. Karena itu perlu kita jaga dari sekarang,” katanya.
Apalagi, katanya, masyarakat di pesisir Danau Tempe sebagai besar berprofesi sebagai nelayan. Kami bersama tim terpadu akan terus melakukan pengawasan.
Tidak hanya di Danau Tempe, Tim Terpadu juga akan melakukan pemantauan di lokasi lain seperti Teluk Bone tepatnya di sepanjang perairan di Kecamatan Pitumpanua, Keera, Sajoanging, Takkalalla, dan Penrang.
Kegiatan ini sebagai langkah pengawasan sekaligus pencegahan praktik illegal fishing.
“Kami berharap kepada masyarakat agar bisa melaporkan kepada tim jika menemukan praktik illegal fishing. Karena untuk pengawasan dan pencegahannya ini dibutuhkan sinergitas dari semua pihak,” ucapnya.(rls)

